Tidur Kebanyakan Ternyata Bisa Picu Penyakit Mematikan

Tidur Pegal
Sumber :

VIVASoccerTidur adalah kebutuhan vital, namun sering kali kita menganggapnya sebagai "obat" untuk kelelahan.

Kasus Diabetes Meningkat di Indonesia, Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan

Saat jadwal padat, kurang tidur menjadi hal biasa, tetapi ketika ada waktu luang, banyak yang justru memilih untuk tidur dalam waktu yang sangat panjang.

Padahal, studi terbaru menunjukkan bahwa tidur berlebihan atau oversleeping memiliki dampak buruk yang tak kalah seriusnya dengan kurang tidur.

Tips Masak Nasi Rendah Gula, Solusi Aman untuk Pejuang Diet dan Diabetes

Menurut para ahli, durasi tidur ideal untuk orang dewasa berusia 18-64 tahun adalah 7 hingga 9 jam per malam.

Tidur lebih dari porsi yang dianjurkan, bahkan sesekali, dapat mengganggu fungsi tubuh secara signifikan.

7 Rahasia Bulking Sehat: Tubuh Berisi Tanpa Perut Buncit

Berikut adalah tujuh bahaya yang mengintai jika Anda terlalu banyak tidur.

1. Sakit Kepala dan Kelelahan

Tidur terlalu lama dapat mengacaukan kinerja neurotransmitter di otak, seperti serotonin, yang berujung pada sakit kepala. Uniknya, alih-alih merasa segar, tubuh justru akan terasa lemas dan kelelahan karena ritme tidur yang tidak teratur.

2. Risiko Diabetes Meningkat

Studi menunjukkan bahwa tidur berlebihan dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam mengelola gula darah. Kondisi ini membuat hormon insulin terganggu, sehingga berisiko memicu penyakit diabetes tipe 2.

3. Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

Orang yang tidur 9-10 jam per hari memiliki risiko obesitas 21% lebih tinggi dalam enam tahun ke depan.

Tidur terlalu lama memperlambat metabolisme dan mengurangi aktivitas fisik, yang mengakibatkan penimbunan lemak.

4. Sakit Punggung

Berada dalam posisi yang sama terlalu lama saat tidur dapat membuat otot dan tulang belakang menjadi kaku. Akibatnya, saat bangun, punggung akan terasa nyeri dan tidak nyaman.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kebiasaan tidur lebih dari 8 jam sehari, terutama dengan pola yang tidak teratur, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hal ini diperkuat oleh studi dari American Heart Association yang menemukan korelasi antara oversleeping dan penyakit jantung koroner.

6. Memperparah Depresi

Tidur berlebihan sering dianggap sebagai gejala depresi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat memperburuk kondisi mental karena mengacaukan ritme alami tubuh.

Pola tidur yang tidak konsisten membuat penderita depresi semakin merasa lelah dan tidak termotivasi.

7. Risiko Stroke yang Lebih Tinggi

Tidur lebih dari 9 jam dapat meningkatkan risiko stroke hingga 23%. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem pembuluh darah ke otak terganggu, terutama jika disertai dengan gangguan tidur seperti sleep apnea.

Untuk menjaga kesehatan, sangat penting untuk memiliki jam tidur yang konsisten dan teratur. Batasi waktu tidur Anda, idealnya di angka 7 hingga 9 jam.

Dengan demikian, tubuh akan tetap bugar, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif yang mungkin tidak disadari.*