Risiko Olahraga Berat Bagi Penderita Kolesterol Saat Puasa
VIVASoccer - Dalam Bulan Ramadan 2026, sejumlah ahli kesehatan kembali mengingatkan bahwa orang dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya menghindari olahraga intens selama jam puasa.
Meskipun puasa berpotensi memperbaiki profil lipid pada sebagian orang, risikonya meningkat jika dilakukan tanpa pengaturan yang tepat terutama saat tubuh berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam tanpa makanan dan minuman.
Risiko Latihan Intens saat Puasa
Para ahli menyatakan bahwa aktivitas fisik berintensitas tinggi saat tubuh dalam keadaan berpuasa dapat memberikan tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular dan metabolik.
Dehidrasi dan Penurunan Gula Darah
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan energi. Melakukan latihan berat dalam keadaan ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan hipoglikemia, yang berpotensi menyebabkan pusing, kelelahan, dan bahkan sinkop (pingsan).
Tekanan Jantung Meningkat
Penderita kolesterol tinggi seringkali memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Latihan intens tanpa hidrasi yang cukup bisa membuat jantung bekerja lebih keras, meningkatkan beban pada dinding arteri yang sudah terpapar plak kolesterol, serta memicu ketidakseimbangan elektrolit.
Ketidakstabilan Lipid saat Puasa
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memengaruhi kadar kolesterol total dan LDL pada individu berisiko, bahkan menyebabkan variasi sementara dalam profil lipid selama periode puasa.
Turunnya energi dan perubahan hormon dapat membuat olahraga berat kurang aman bagi penderita kondisi ini.
Manfaat Olahraga yang Tepat
Meski begitu, bukan berarti orang dengan kolesterol tinggi sama sekali tidak boleh berolahraga saat puasa. Ahli menyarankan olahraga intensitas ringan hingga Sedang, seperti berjalan cepat, bersepeda ringan, atau yoga.
Waktu Terbaik Berolahraga adalah setelah Iftar atau menjelang waktu berbuka, sehingga tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan cairan.
Program olahraga ringan ini tetap memberikan manfaat kardiovaskular tanpa menyebabkan stres berlebihan pada tubuh, yang penting bagi penderita kolesterol tinggi.
Langkah Pencegahan
Untuk mengoptimalkan puasa tanpa menimbulkan risiko kesehatan konsultasikan dengan dokter atau spesialis kardiologi terlebih dahulu, terutama jika memiliki riwayat hipercholesterolemia atau penyakit jantung.
Pertahankan Asupan Nutrisi Seimbang saat Sahur dan Iftar, dengan fokus pada makanan kaya serat dan rendah lemak jenuh untuk membantu kontrol kolesterol.