Ancelotti Optimistis Brasil Akhiri Puasa Gelar 24 Tahun di Piala Dunia 2026
- sportsnet
VIVASoccer – Penantian panjang selama 24 tahun menjadi beban sejarah yang harus dipikul Timnas Brasil saat melangkah ke Piala Dunia 2026, dan kali ini mereka membawa formula baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Brasil akan memulai perjalanan mereka di Grup C dengan menghadapi Maroko di Stadion MetLife pada Minggu (17/6), dan turnamen ini menjadi era baru bagi Selecao setelah Federasi Sepak Bola Brasil menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih asing pertama dalam sejarah tim nasional.
Status Brasil sebagai negara dengan rekor terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia tidak lantas membuat ekspektasi menjadi lebih ringan.
Meski masih menjadi pemilik lima trofi Piala Dunia dan satu-satunya negara yang selalu tampil sejak edisi pertama pada 1930, Selecao belum kembali menjadi juara dalam 24 tahun terakhir.
Jalan Brasil menuju Amerika Serikat pun tidak semulus reputasi besar yang mereka sandang.
Perjalanan menuju putaran final tidak sepenuhnya mulus, karena Brasil finis di posisi kelima kualifikasi zona CONMEBOL sebelum akhirnya bangkit lewat tiga kemenangan beruntun dalam laga terakhir menjelang turnamen.
Ancelotti sendiri tidak menyembunyikan keyakinannya bahwa skuad yang ia bawa memiliki segalanya untuk meraih gelar keenam.
"Saya memiliki skuad yang sangat berbakat. Selain itu, motivasi negara ini untuk menang lagi setelah 24 tahun sangat besar. Saya yakin kita akan menjalani Piala Dunia yang hebat," ujar Ancelotti.
Kepercayaan Federasi Sepak Bola Brasil terhadap proyek jangka panjang sang pelatih asal Italia ini pun terlihat sangat besar.
Dukungan penuh diberikan oleh CBF yang telah memperpanjang kontrak Ancelotti hingga tahun 2030, memberikan stabilitas bagi tim untuk fokus sepenuhnya pada target jangka pendek yaitu trofi Piala Dunia 2026.
Salah satu keputusan paling mengejutkan dan emosional dalam skuad Ancelotti adalah kembalinya satu sosok legendaris yang sempat absen cukup lama.
Pemain andalan klub Santos yang kini menginjak usia 34 tahun akhirnya kembali mengenakan seragam kuning ikonik timnas, setelah Neymar harus menepi cukup lama sejak Oktober 2023 akibat mengalami cedera yang sangat serius.
Kembalinya Neymar bukan sekadar soal nostalgia, melainkan bagian dari strategi mental yang dirancang matang oleh Ancelotti.