Jangan Asal FOMO! Gaya Hidup Sehat Juga Bisa Picu Serangan Jantung
VIVASoccer – Banyak orang percaya bahwa selama mereka kurus dan rajin berolahraga, mereka bebas mengonsumsi makanan berminyak, manis, atau minuman beralkohol tanpa risiko kesehatan.
Namun, pandangan ini keliru. Dr. Swastya Dwi Putra, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menekankan bahwa kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada penampilan atau berat badan, melainkan juga gaya hidup dan pola makan.
Gorengan, makanan cepat saji, minuman manis, serta konsumsi alkohol dan rokok, termasuk vape, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada usia muda.
Serangan Jantung
- -
Risiko ini muncul karena kolesterol jahat (LDL) mudah menempel pada pembuluh darah, membentuk plak, dan memicu sumbatan yang menyebabkan serangan jantung.
Bahkan mereka yang terlihat sehat bisa memiliki kadar kolesterol atau gula darah yang tinggi tanpa disadari.
Dokter Putra juga menyoroti pentingnya skrining kesehatan jantung, terutama sebelum melakukan olahraga berat.
Pemeriksaan seperti EKG, treadmill test, hingga USG jantung dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah risiko serangan jantung.
Selain itu, gaya hidup sehat mencakup olahraga rutin minimal 30 menit selama 5–7 hari per minggu, tidur malam cukup 6–8 jam, dan pola makan seimbang dengan konsumsi minyak, gula, dan daging merah yang tidak berlebihan.
Dokter Putra menekankan, “Lifestyle ini adalah kunci dari kita untuk prevensi ya. Lifestyle yang pertama adalah tadi olahraga memang kita eh anjurkan moderate level aerobic exercise yang kita sarankan." jelasnya.
"Nah, aerobik exercise bukan hanya terkait dari senam ya. Kadang-kadang mindset orang oh senam aerobik itu bukan."
"Tapi aerobik exercise adalah eh olahraga yang banyak kita ee menggunakan oksigen, oksigen consumption baik itu jogging ya ataupun jalan pagi aja sudah termasuk aerobic exercise kayak kardio gitu berarti." tambahnya.
"Berenang ya.Terus juga mungkin cycling kalau pada suka ee sepeda itu disarankan ya 5 sampai 7 kali dalam 1 minggu yang minimal 30 menit durasinya."
"Dan yang lagi makanan ya makanan em minyak terus juga makanan yang banyak mengandung kolesterol, daging-daging merah boleh dikonsumsi tapi jangan berlebihan ya." pungkas dokter Putra.**