Mitos atau Fakta, Tidur Tanpa Bantal hingga Penyebab Kesemutan Mana yang Benar?

Kesemutan
Sumber :

VIVASoccerGaya hidup sehat menjadi tren yang sedang marak di masyarakat untuk lebih hidup seimbang, tren ini banyak dilakukan oleh Gen Z dan Milenial. 

Mitos atau Fakta: Oat Milk Bisa Gantikan Susu Sapi?

Namun, banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat mengenai makanan dan kebiasan yang berepotensi penyakit. 

Dalam konten kesehatan terbaru, dr. Tirta membahas sejumlah pertanyaan populer seputar mitos dan fakta kesehatan yang sering beredar di masyarakat.

Dokter Tirta Bongkar Mitos Kopi, Susu, Rokok dan Olahraga, Selama Ini Salah Kaprah

Vitamin

Photo :
  • -

Salah satu yang ditanyakan adalah apakah tidur tanpa bantal lebih sehat. Menurutnya, hal ini sangat bergantung pada anatomi leher dan kenyamanan masing-masing orang.

6 Strategi Ampuh untuk Langsing dan Tanpa Diet Ekstrem

Jika posisi bantal tidak sesuai, justru bisa menyebabkan otot leher kaku. Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah mengunyah permen karet bisa meningkatkan konsentrasi.

Menurut dr. Tirta, hal tersebut lebih kepada sugesti, bukan fakta medis. Isu seputar kesehatan pria pun tak lepas dari perhatian. Misalnya, mitos bahwa masturbasi dapat menyebabkan kebotakan. 

Ia menegaskan, kebotakan lebih dipengaruhi faktor genetik, kesehatan kulit kepala, serta kondisi akar rambut, bukan karena aktivitas tersebut.

Banyak pula masyarakat khawatir konsumsi vitamin atau suplemen setiap hari bisa memicu gagal ginjal. 

Menurut dr. Tirta, hal itu tidak benar selama dikonsumsi sesuai batas harian. Gagal ginjal biasanya terjadi akibat proses kronis dalam jangka panjang, bukan hanya karena minum vitamin atau suplemen.

Selain itu, ia menyinggung bahaya makanan panas yang disajikan dalam wadah plastik karena risiko pelepasan mikroplastik. 

Begitu pula dengan makanan bersantan atau berprotein yang dipanaskan berulang kali, yang bisa mengurangi kandungan gizi dan berpotensi menimbulkan zat karsinogenik.

Mengenai kesemutan, dr. Tirta menjelaskan bahwa penyebab paling sering adalah diabetes yang menimbulkan komplikasi neuropati. 

Kondisi ini bisa mengganggu saraf dan aliran darah. Kolesterol tinggi juga dapat memicu sumbatan pembuluh darah, sehingga memperbesar risiko kesemutan hingga penyakit jantung.

Sementara itu, leher yang menghitam sering dikaitkan dengan diabetes. Ia menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai acanthosis nigricans, yaitu tanda resistensi insulin. Namun, bisa juga sekadar akibat kurang menjaga kebersihan.

Melalui penjelasan-penjelasan ini, dr. Tirta menekankan pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri, serta tidak mudah percaya mitos kesehatan yang beredar di masyarakat.**