Jangan Lari Pakai Jas Hujan! Faktanya Bikin Lemas, Bukan Bakar Lemak
- Istimewa
Penurunan berat badan setelah lari dengan jas hujan hanyalah hasil dari dehidrasi sementara.
Berat badan akan kembali naik begitu tubuh mendapatkan asupan cairan kembali, karena lemak yang ada di tubuh tidak terbakar.
Di negara tropis seperti Indonesia, melakukan aktivitas ini sangat berisiko. Suhu tubuh akan meningkat drastis karena panas tidak bisa keluar, yang bisa memicu heat stroke, pusing, mual, bahkan kolaps.
Selain itu, kehilangan cairan secara cepat bisa memicu dehidrasi parah yang berdampak buruk pada fungsi ginjal dan jantung.
Kapan Jas Hujan Boleh Digunakan?
Meski berbahaya untuk aktivitas sehari-hari, jas hujan sesekali digunakan oleh atlet profesional seperti petinju atau petarung MMA.
Namun, penggunaannya sangat terbatas dan diawasi ketat oleh tim medis dan pelatih. Ini adalah strategi darurat untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat menjelang timbang badan, dan bukan metode efektif untuk pembakaran lemak permanen.