Ramon Tanque Terancam Tersisih? Ini yang Harus Diubah di Persib Jelang ACL Two!
- Persib Official
VIVASoccer – Ramon Tanque menghadapi periode penting dalam perjuangannya mempertahankan tempat di lini depan Persib Bandung setelah penampilannya di Piala Presiden 2026 belum menghasilkan gol.
Situasi tersebut semakin relevan karena Persib kini memasuki fase persiapan menuju playoff AFC Champions League Two (ACL 2), sementara Balsa Sekulic sudah menunjukkan kemampuan menjadi pembeda ketika Ramon ditarik keluar dalam kemenangan atas DPMM FC.
Namun, persoalan Ramon tidak berhenti pada statistik gol karena perannya dalam sistem permainan baru Igor Tolic juga menjadi bagian dari evaluasi.
Ramon masih memiliki modal dari musim sebelumnya. Penyerang Brasil berusia 27 tahun itu mencetak delapan gol dan dua assist dalam 1.269 menit pada Super League 2025/2026 menurut data FotMob.
Artinya, label sebagai striker yang kehilangan ketajaman perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih tepat: produktivitasnya pernah terbukti, tetapi ia belum menemukan momentum yang sama pada awal era Tolic.
Perubahan pelatih membuat kebutuhan terhadap Ramon ikut bergeser.
Persib memasuki musim 2026/2027 dengan Igor Tolic menggantikan Bojan Hodak, sehingga pemain tidak hanya dituntut mengulang performa masa lalu. Mereka harus menyesuaikan diri dengan mekanisme permainan yang dibangun pelatih baru.
Piala Presiden memperlihatkan proses tersebut secara langsung. Dalam dua pertandingan pertama Grup A, Ramon dipercaya bermain, tetapi Persib justru mendapatkan gol dari pemain lain.
Saat menghadapi Arema FC, Ramon masuk menggantikan Balsa Sekulic pada menit ke-77. Ketika melawan DPMM FC, Ramon tampil sejak awal sebelum digantikan Sekulic pada menit ke-62. Kedua laga berakhir 1-0 untuk Persib.
Persoalannya Lebih Dalam dari Sekadar Gol
Dari rangkaian pertandingan tersebut, kebutuhan Ramon sebenarnya dapat dibaca dari cara Persib mengembangkan serangan.
Tolic tidak hanya membutuhkan penyerang yang menunggu bola terakhir di kotak penalti, tetapi juga pemain yang dapat menjadi bagian dari rangkaian serangan sebelum peluang tercipta.
Itu penting karena Persib sedang membangun struktur baru.
Tolic sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa Piala Presiden digunakan sebagai bagian dari persiapan kebugaran dan proses membangun tim, bukan semata-mata mengejar hasil turnamen.
Dengan kerangka seperti itu, kemampuan Ramon untuk membuka ruang, terlibat dalam kombinasi umpan, serta memberikan opsi ketika Persib melakukan transisi menjadi sama pentingnya dengan penyelesaian akhir.
Jika penyerang hanya aktif ketika bola sudah berada di area berbahaya, distribusi serangan dapat lebih mudah dibaca lawan.
Pertandingan melawan DPMM memberikan gambaran lain. Ramon menjadi starter dalam tim yang mengalami rotasi besar.
Persib kesulitan menciptakan peluang pada babak pertama, lalu Tolic memasukkan Berguinho, Luka Menalo dan Uilliam Barros untuk meningkatkan daya serang. Ramon kemudian ditarik dan digantikan Sekulic pada menit ke-62.
Setelah perubahan tersebut, Persib mendapatkan penalti dan Sekulic akhirnya mencetak gol dari bola rebound.
Situasi itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Sekulic lebih layak daripada Ramon.
Akan tetapi, data pertandingan tersebut memperlihatkan satu hal yang konkret yaitu persaingan di posisi penyerang Persib tidak akan diberikan secara cuma-cuma.
Sekulic Membuat Persaingan Makin Terbuka
Sekulic menjadi faktor baru dalam persaingan tersebut. Penyerang Montenegro itu menjadi penentu kemenangan Persib atas DPMM setelah penalti yang ditepis kiper lawan kembali disambarnya menjadi gol pada menit ke-74.
Kehadiran Sekulic membuat Ramon tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai striker yang sudah mencetak delapan gol pada musim sebelumnya.
Ia perlu menunjukkan bahwa karakter permainannya sesuai dengan kebutuhan Tolic.
Persaingan itu justru dapat menjadi keuntungan bagi Persib. Pelatih mempunyai lebih banyak opsi untuk menyesuaikan karakter striker dengan lawan dan kebutuhan pertandingan.
Ramon dapat menawarkan pengalaman bermain di kompetisi Indonesia, sedangkan Sekulic memberikan alternatif baru yang juga harus dibuktikan secara konsisten.
Karena itu, tekanan terhadap Ramon sebaiknya tidak diterjemahkan semata-mata sebagai tuntutan “segera mencetak gol”. Yang lebih penting adalah apakah ia mampu membuat dirinya kembali menjadi pilihan yang paling masuk akal dalam struktur serangan Persib.
Ciro Alves Bisa Menjadi Bagian dari Jawaban
Ada satu aspek lain yang perlu mendapat perhatian: hubungan Ramon dengan pemain-pemain kreatif Persib, termasuk Ciro Alves.
Dalam sistem yang mengandalkan pergerakan dari sisi lapangan, kualitas penyerang tidak bisa dipisahkan dari kualitas suplai.
Seorang striker dapat memiliki kemampuan penyelesaian yang baik, tetapi efektivitasnya ikut bergantung pada bagaimana tim menciptakan situasi satu lawan satu, cut-back, umpan silang, atau kombinasi di sekitar kotak penalti.
Karena itu, membangun koneksi dengan pemain sayap bukan pekerjaan tambahan. Itu merupakan bagian dari proses mengembalikan Ramon ke bentuk permainan terbaiknya.
Rekam jejak musim 2025/2026 menunjukkan Ramon sebenarnya mampu menjadi penyelesai serangan. Salah satu pertandingan terbaiknya terjadi ketika Persib menang 5-0 atas Madura United pada Februari 2026.
Ramon mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut sebelum ditarik keluar pada menit ke-62.
Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan mencetak gol bukan sesuatu yang hilang dari permainan Ramon.
Tantangannya sekarang adalah menemukan kembali konteks permainan yang membuat kemampuan itu muncul secara konsisten.
Piala Presiden Sudah Lewat, Panggung Berikutnya Lebih Berat
Piala Presiden 2026 memang menjadi ruang eksperimen bagi Tolic, tetapi fase berikutnya memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar.
Persib dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC pada playoff ACL 2 pada 31 Agustus 2026. Jadwal tersebut berubah dari rencana awal 12 Agustus setelah AFC melakukan penyesuaian kalender.
Tambahan waktu itu memberikan kesempatan bagi Persib untuk membangun sistem secara lebih matang.
Tolic bahkan sebelumnya menyebut perubahan jadwal sebagai keuntungan karena memberi waktu lebih panjang untuk mengembalikan pemain yang memperkuat tim nasional dan mempersiapkan skuad menghadapi pertandingan Asia.
Bagi Ramon, periode tersebut menjadi kesempatan memperbaiki dua hal sekaligus.
Pertama, ia harus meningkatkan keterlibatan dalam permainan Tolic. Kedua, ia perlu mengubah keterlibatan tersebut menjadi kontribusi nyata di sepertiga akhir lapangan.
Tekanan terhadap Ramon juga tidak berarti posisinya sudah hilang.
Ia masih terikat kontrak dengan Persib hingga 2027 menurut data Transfermarkt, sehingga keputusan mengenai masa depannya tetap berada dalam konteks evaluasi teknis klub, bukan fakta bahwa ia sudah resmi dilepas atau dipinjamkan.
Ramon Masih Punya Jalan untuk Membalikkan Situasi
Narasi mengenai opsi peminjaman membuat masa depan Ramon menjadi perhatian, tetapi sejauh informasi yang dapat diverifikasi, belum ada keputusan resmi bahwa Persib telah meminjamkannya.
Karena itu, penilaian paling objektif saat ini adalah bahwa Ramon sedang menghadapi persaingan dan evaluasi di bawah pelatih baru.
Periode menuju playoff ACL 2 menjadi penting karena Persib membutuhkan striker yang bukan hanya mampu menyelesaikan peluang, tetapi juga cocok dengan struktur permainan yang sedang dibangun.
Jika Ramon mampu meningkatkan mobilitas, memperkuat kombinasi dengan pemain sayap dan gelandang, serta kembali produktif, persaingan tersebut masih terbuka.
Sebaliknya, jika ia gagal memberikan respons terhadap kebutuhan taktik Tolic, keberadaan Sekulic dan opsi penyerang lain akan membuat persaingan semakin sulit.
Itulah sebabnya persoalan Ramon Tanque di Persib sebenarnya bukan sekadar tentang kapan ia mencetak gol berikutnya.
Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah ia mampu membuat sistem baru Persib bekerja lebih efektif ketika dirinya berada di lapangan.
Musim lalu sudah memberikan bukti bahwa Ramon bisa mencetak gol. Kini ia harus membuktikan sesuatu yang berbeda: bahwa produktivitas tersebut dapat berjalan beriringan dengan tuntutan permainan Igor Tolic.**