Xabi Alonso Ungkap Hal yang Bikin Chelsea Terpukau Ketika Main di SUGBK

Xabi Alonso
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccerChelsea menutup penampilannya di Indonesia dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas AC Milan pada Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

img_title Derby Premier League Arsenal vs Chelsea Pekan Ini, Caicedo Absen

Namun, bagi Xabi Alonso, hasil di lapangan bukan satu-satunya hal yang membuat pertandingan tersebut berkesan. Pelatih Chelsea itu secara khusus menyoroti atmosfer yang diciptakan puluhan ribu suporter di stadion.

Kemenangan Chelsea ditentukan oleh dua gol Joao Pedro dan satu gol Moises Caicedo.

Joao Pedro membuka skor pada masa tambahan waktu babak pertama melalui sundulan setelah menerima sepak pojok Caicedo, lalu kembali mencetak gol hanya beberapa saat setelah babak kedua dimulai.

Caicedo kemudian memperlebar keunggulan lewat penyelesaian voli dari situasi sepak pojok. Laporan resmi Chelsea mencatat pertandingan tersebut disaksikan 40.856 penonton di SUGBK.

Alonso tidak sekadar melihat keramaian sebagai latar pertandingan. Seusai laga, ia menyebut dukungan yang diterima Chelsea sejak sebelum kick-off hingga pertandingan berakhir sebagai sesuatu yang sangat positif.

Dalam pernyataannya kepada awak media, termasuk iNews Media Group, Sabtu malam, Alonso mengatakan, "Dukungan di sini sangat fantastis." Ia juga menekankan bahwa sorakan suporter sudah terdengar sebelum pertandingan dimulai dan tetap terasa setelah peluit akhir.

Bagi Chelsea, atmosfer tersebut hadir bersamaan dengan penampilan yang membuat mereka mengangkat trofi Indonesia Super Cup.

Bagi Alonso, laga di Jakarta sekaligus menjadi bagian penting dari persiapan menuju musim 2026/2027 yang semakin dekat.

Karena itu, kemenangan atas Milan memiliki dua sisi yaitu hasil kompetitif di lapangan dan pengalaman langsung menghadapi dukungan besar dari basis penggemar Chelsea di Indonesia.

Chelsea Menjawab Atmosfer dengan Performa

Sejak awal pertandingan, Chelsea menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk memenuhi agenda tur pramusim. Laporan resmi klub menyebut tim asuhan Alonso mampu mengontrol jalannya pertandingan dan menciptakan peluang lebih banyak sebelum turun minum.

Milan memang memiliki ancaman melalui Rafael Leao dan sempat mencoba membawa bola dengan cepat menuju wilayah pertahanan Chelsea.

Namun, lini belakang The Blues mampu membatasi ruang pemain Portugal tersebut. Di sisi lain, Joao Pedro beberapa kali menjadi sumber ancaman sebelum akhirnya memecah kebuntuan menjelang jeda.

Gol pertama menjadi titik penting. Caicedo mengirim sepak pojok ke area berbahaya dan Joao Pedro berhasil menyambutnya dengan sundulan. Chelsea pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan 1-0.

Keputusan Alonso untuk mempertahankan sebagian besar susunan pemain setelah jeda kemudian memberikan hasil cepat.

Ketika pertandingan baru berjalan kembali, Joao Pedro mencetak gol keduanya setelah Pedro Neto mengirim umpan silang dari sisi kanan.

Tidak lama berselang, Caicedo mengubah skor menjadi 3-0 melalui sebuah voli dari luar area setelah skema sepak pojok yang dimainkan melalui Romeo Lavia.

Joao Pedro Jadi Pembeda

Dua gol Joao Pedro membuat pemain Brasil tersebut menjadi figur paling menentukan dalam kemenangan Chelsea.

Yang menarik, kedua golnya lahir pada momen yang berbeda tetapi sama-sama memperlihatkan efektivitas Chelsea dalam memanfaatkan situasi di sekitar kotak penalti.

Gol pertama berasal dari sepak pojok. Gol kedua datang dari permainan terbuka ketika Neto mengirim bola ke tiang jauh. Artinya, Chelsea tidak hanya bergantung pada satu pola untuk menciptakan peluang.

Caicedo juga memainkan peran ganda. Ia bukan hanya menjadi pencetak gol ketiga, tetapi sebelumnya bertindak sebagai eksekutor sepak pojok yang menghasilkan gol pembuka Joao Pedro.

Dalam laporan pertandingan resmi Chelsea, gol ketiga juga berasal dari situasi bola mati, meski eksekusinya berbeda karena Lavia memainkan bola ke area tepi kotak penalti sebelum Caicedo melepaskan voli.

Setelah unggul tiga gol, Chelsea masih memiliki sejumlah peluang.

Cole Palmer memaksa kiper Milan melakukan penyelamatan, sementara Nicolas Jackson sempat membentur tiang setelah melakukan penetrasi ke area penalti.

Geovany Quenda juga memberikan ancaman setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Dengan demikian, skor 3-0 tidak menggambarkan pertandingan yang hanya berhenti setelah Chelsea mendapatkan keunggulan. The Blues tetap menekan hingga fase akhir pertandingan.

SUGBK Beri Pengalaman Berbeda

Di luar taktik, pertandingan tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap Chelsea dan Milan di Jakarta. Chelsea mencatat kehadiran 40.856 penonton ketika mengangkat trofi Indonesia Super Cup di SUGBK.

Faktor inilah yang kemudian mendapat perhatian Alonso. Sebagai pelatih yang baru memasuki periode bersama Chelsea, ia tidak hanya sedang mempersiapkan tim secara teknis. Ia juga membangun kultur dan kebersamaan skuad menjelang musim baru.

Atmosfer pertandingan menjadi bagian dari proses tersebut. Para pemain Chelsea tampil di hadapan stadion yang dipenuhi pendukung, sementara tekanan pertandingan tetap berada dalam kerangka pramusim.

Bagi Alonso, pengalaman semacam itu memberikan gambaran mengenai dukungan yang mengiringi klub ketika bermain di luar Inggris.

Pujian Alonso juga menarik karena datang setelah Chelsea mampu memberikan respons langsung di atas lapangan.

Suporter mendapatkan kemenangan 3-0, sedangkan sang pelatih memperoleh pertandingan kompetitif yang sesuai dengan kebutuhan persiapan tim.

Tantangan Chelsea Belum Berakhir

Kemenangan atas Milan bukan pertandingan terakhir Chelsea dalam rangkaian tur mereka di kawasan Asia.

Berdasarkan laporan resmi klub, The Blues langsung melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk menghadapi Johor Darul Ta'zim pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 waktu setempat atau 13.00 waktu Inggris.

Jadwal tersebut menunjukkan betapa padatnya periode persiapan Chelsea.

Setelah menghadapi Milan di Jakarta, Alonso harus segera mengalihkan perhatian kepada pertandingan berikutnya tanpa memiliki waktu panjang untuk melakukan pemulihan.

Situasi tersebut juga menjadikan laga melawan Milan sebagai salah satu tahapan evaluasi.

Chelsea bukan hanya memperoleh kemenangan, tetapi juga mendapatkan kesempatan menguji komposisi pemain, pola serangan, dan respons tim dalam kondisi pertandingan yang sebenarnya.

Alonso bahkan tidak melakukan pergantian pemain pada jeda seperti yang dilakukan Milan.

Keputusan itu berbuah dua gol cepat setelah babak kedua dimulai dan membantu Chelsea mengontrol pertandingan sebelum pergantian pemain dilakukan secara bertahap pada paruh kedua.

Dari Jakarta untuk Musim Baru

Kemenangan telak atas Milan memang menjadi hasil paling mudah dibaca dari pertandingan di SUGBK. Akan tetapi, nilai laga tersebut bagi Chelsea lebih luas daripada angka 3-0.

Joao Pedro mendapatkan panggung besar dengan dua gol.

Caicedo memperlihatkan kontribusi dalam dua fase bola mati sekaligus mencetak satu gol. Lini belakang berhasil membatasi ancaman Milan, sementara sejumlah pemain pengganti tetap mampu menjaga tekanan setelah Chelsea unggul.

Di sisi lain, Alonso mendapatkan pengalaman bermain di depan lebih dari 40 ribu penonton Indonesia sekaligus merasakan dukungan besar dari penggemar Chelsea di Jakarta.

Ia secara terbuka mengakui atmosfer tersebut sebagai bagian yang menonjol dari kunjungan The Blues.

Kini, Chelsea harus segera mengalihkan fokus ke Malaysia.

Jika kemenangan atas Milan menjadi gambaran awal yang positif, pertandingan berikutnya akan memberi Alonso kesempatan lain untuk menguji perkembangan tim sebelum musim kompetisi 2026/2027 benar-benar dimulai.

SUGBK pun meninggalkan dua cerita sekaligus bagi Chelsea trofi Indonesia Super Cup dan pengalaman atmosfer sepak bola Indonesia yang secara khusus mendapat apresiasi dari pelatih mereka.**

img_title Igor Tolic Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persija di SUGBK