Jadwal Padat Menanti Persib, Begini Cara Igor Tolic Jaga Persib Tetap Bugar!

latihan persib bandung
Sumber :
  • persib

VIVASoccerPersib Bandung memasuki musim 2026/2027 dengan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar mempertahankan gelar.

img_title Persib Kalah dari Persija, Igor Tolic Minta Maaf kepada Bobotoh

Pelatih Igor Tolic harus mengelola skuad untuk menghadapi rangkaian kompetisi domestik dan Asia yang berpotensi membuat jumlah pertandingan Maung Bandung menembus sekitar 65 laga dalam satu musim.

Karena itu, kedalaman skuad yang dimiliki Persib bukan lagi sekadar keunggulan di atas kertas, melainkan kebutuhan agar pemain utama tidak terkuras sebelum memasuki fase paling menentukan.

img_title Super League 2026: Persija Taklukan Persib Bandung, Shin Tae-yong Tebar Ancaman

Tolic sendiri sudah mengingatkan besarnya beban yang menanti timnya.

Dalam wawancara yang dikutip Kompas.com, pelatih asal Kroasia tersebut menyebut Persib dapat memainkan sekitar 65 pertandingan dan membandingkan kepadatan itu dengan jadwal NBA.

Ia juga menyoroti bahwa Persib harus menjaga kondisi pemain karena selain kompetisi klub, sejumlah pemain akan menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.

Gambaran kepadatan tersebut sudah terlihat sejak pramusim. Persib memainkan Piala Presiden 2026 sebelum memasuki agenda kompetitif berikutnya.

Pada final 6 Agustus, Persib bermain 1-1 melawan Persebaya selama 120 menit sebelum kalah dalam adu penalti.

Setelah pertandingan tersebut, Persib tidak memiliki ruang panjang untuk beristirahat karena pada 12 Agustus mereka dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC pada babak preliminary stage AFC Champions League Two.

Kedalaman Skuad Berubah Menjadi Kebutuhan

Situasi itu menjelaskan mengapa Persib membangun komposisi pemain yang relatif gemuk.

Igor Tolic tidak hanya membutuhkan sebelas pemain terbaik, tetapi juga kelompok pemain yang mampu mempertahankan level permainan ketika sebagian pemain utama harus beristirahat.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena musim ini merupakan periode baru bagi Tolic. Ia menggantikan Bojan Hodak setelah Persib meraih gelar Super League 2025/2026.

Namun, pergantian tersebut bukan perubahan total. Penunjukan Tolic merupakan bagian dari kesinambungan karena ia sebelumnya berada dalam staf kepelatihan Persib dan memahami karakter skuad yang telah dibangun.

Persib juga melakukan sejumlah perubahan pemain. Persib melepas beberapa pemain asing setelah musim 2025/2026, termasuk Layvin Kurzawa, Federico Barba, Sergio Castel, dan Adam Przybek, sebelum mendatangkan sejumlah pemain baru untuk musim berikutnya.

Dengan demikian, rotasi bagi Tolic bukan semata-mata soal mengganti pemain karena kelelahan. Rotasi menjadi cara untuk memastikan seluruh investasi skuad memiliki fungsi ketika jadwal mulai bertumpuk.

Delapan Bek Tengah Memberi Ruang untuk Bermanuver

Salah satu gambaran paling jelas terlihat di sektor pertahanan. Kedatangan Danijel Loncar menambah pilihan Tolic di posisi bek tengah.

Pemain Kroasia berusia 29 tahun itu sebelumnya memperkuat Pogoń Szczecin di kompetisi Polandia dan memiliki posisi utama sebagai centre-back. Data Transfermarkt mencatat kontraknya bersama Pogoń berakhir pada 30 Juni 2026.

Kehadiran Loncar membuat persaingan di jantung pertahanan Persib semakin padat. Berdasarkan komposisi yang dilaporkan sumber lokal, Persib kini mempunyai delapan opsi bek tengah.

Artinya, Tolic mempunyai ruang lebih besar untuk mengubah pasangan atau trio bek tanpa harus selalu memainkan pemain yang sama dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Kondisi tersebut juga membuka dua kemungkinan sistem. Persib dapat menggunakan empat bek dengan dua centre-back, atau beralih menggunakan tiga bek ketika membutuhkan struktur pertahanan yang berbeda.

Banyaknya pemain di posisi tersebut memberikan fleksibilitas, terutama ketika pertandingan kompetisi Asia datang di antara agenda domestik.

Namun, kedalaman tidak otomatis berarti semua pemain akan mendapat menit bermain yang sama. Justru di sinilah pekerjaan Tolic menjadi lebih sulit.

Ia harus menentukan kapan seorang pemain dipertahankan sebagai starter, kapan digantikan, dan kapan diberi kesempatan sejak menit pertama agar ritme kompetitif tetap terjaga.

Batas Pemain Asing Membuat Seleksi Makin Rumit

Persoalan lain muncul dari komposisi pemain asing. Regulasi Super League 2025/2026 menetapkan setiap klub dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing dalam satu musim.

Dalam pertandingan, maksimal sembilan pemain asing dapat masuk daftar pertandingan, dengan maksimal tujuh pemain asing berada di lapangan secara bersamaan.

Karena itu, jika jumlah pemain asing Persib memang sempat mencapai 12 seperti diberitakan sejumlah media, persoalannya bukan hanya menentukan siapa yang menjadi starter.

Ada satu pemain yang harus berada di luar kuota pendaftaran apabila aturan musim 2026/2027 mempertahankan batas tersebut.

Inilah salah satu alasan mengapa pramusim menjadi penting.

Tolic harus menilai bukan hanya kualitas individual, tetapi juga kebutuhan posisi, keseimbangan komposisi, fleksibilitas pemain, serta kebutuhan Persib menghadapi kompetisi yang berbeda.

Keputusan tersebut akan menentukan apakah kedalaman skuad benar-benar menjadi kekuatan atau justru berubah menjadi persoalan manajemen.

Memiliki banyak pemain berkualitas menguntungkan hanya jika pembagian menit, peran, dan ekspektasi dapat dikelola secara efektif.

Empat Kompetisi Membuat Strategi Tak Bisa Seragam

Beban Persib juga tidak berasal dari satu kompetisi. Tolic menyebut timnya akan menjalani empat kompetisi musim ini, yakni AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, Super League, dan League Cup.

Pada saat yang sama, pemain yang masuk Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional, termasuk Piala Asia 2027 pada Januari.

Agenda Asia bahkan sudah berada di depan mata. AFC menetapkan Persib menghadapi Manila Digger FC pada 12 Agustus 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam preliminary stage ACL Two 2026/2027.

Jarak tersebut memperlihatkan mengapa penggunaan pemain secara selektif akan sangat penting. Pertandingan dengan karakter berbeda membutuhkan kebutuhan fisik dan taktik yang berbeda pula.

Pemain yang tampil penuh dalam pertandingan berintensitas tinggi tidak selalu harus kembali bermain sejak awal pada laga berikutnya jika tersedia alternatif dengan kualitas yang memadai.

Di sisi lain, rotasi juga tidak boleh dilakukan secara otomatis. Mengubah terlalu banyak pemain sekaligus dapat mengganggu koordinasi dan struktur permainan.

Tantangan Tolic adalah menemukan titik tengah antara menjaga kebugaran dan mempertahankan kesinambungan permainan.

Kekalahan di Final Justru Memberi Pelajaran Awal

Kekalahan dari Persebaya pada final Piala Presiden menjadi gambaran awal persoalan tersebut. Persib harus bermain hingga 120 menit sebelum pertandingan ditentukan lewat adu penalti.

Tolic sebelumnya memang telah mengkritik jadwal final yang hanya memberikan jeda 48 jam setelah semifinal.

Kepada Kompas.com, ia mempertanyakan waktu pemulihan yang singkat dan menekankan pentingnya menjaga kesehatan pemain untuk rangkaian kompetisi berikutnya.

Ia juga mengatakan Persib perlu memikirkan kondisi pemain hingga agenda Timnas Indonesia pada Januari.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Persib bukan sekadar siapa yang masuk starting XI.

Tolic harus mengelola sebuah musim yang panjang dengan pemain yang memiliki beban pertandingan berbeda-beda.

Di sinilah kedalaman skuad akan benar-benar diuji. Delapan bek tengah, banyak pilihan gelandang, serta sejumlah penyerang baru tidak akan berarti banyak jika hanya beberapa pemain yang terus digunakan.

Persib Memerlukan Dua Kerangka, Bukan Dua Tim

Istilah “dua tim” mungkin terdengar sederhana, tetapi penerapannya tidak berarti Persib harus memiliki sebelas pemain utama untuk satu kompetisi dan sebelas pemain cadangan untuk kompetisi lain.

Struktur yang lebih realistis adalah membangun dua kerangka permainan yang dapat saling bertukar pemain.

Kerangka pertama dapat berisi pemain yang paling siap menghadapi pertandingan berisiko tinggi, terutama laga Asia dan pertandingan domestik tertentu.

Kerangka kedua memberi ruang kepada pemain pelapis untuk mendapatkan menit bermain sekaligus menjaga pemain utama tetap segar.

Keduanya harus tetap memiliki prinsip permainan yang sama. Itu penting agar pergantian pemain tidak membuat identitas Persib berubah total.

Pemain yang masuk harus memahami struktur pressing, jarak antarlini, pola build-up, serta tugas ketika kehilangan bola.

Tolic memiliki satu keuntungan penting dalam proses it, ia sudah mengenal sebagian besar fondasi tim. Sekitar 80 persen pemain Persib diproyeksikan bertahan ketika Tolic ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Musim 2026/2027 akhirnya akan menjadi ujian terhadap kemampuan Tolic mengelola sumber daya tersebut.

Setelah tiga gelar Super League beruntun di bawah Bojan Hodak, target Persib bukan hanya kembali tampil kuat, tetapi menjaga level kompetitif di tengah kalender yang jauh lebih padat.

Jika rotasi berjalan tepat, kedalaman skuad dapat menjadi pembeda ketika lawan mulai kehilangan pemain karena kelelahan atau cedera.

Sebaliknya, jika menit bermain tidak terkelola dengan baik, banyaknya pilihan justru dapat menciptakan masalah baru.

Bagi Persib, pertandingan melawan Manila Digger pada 12 Agustus akan menjadi ujian kompetitif pertama setelah final Piala Presiden.

Dari sana, kualitas perencanaan Tolic akan mulai terlihat. Apakah Persib mampu mengubah skuad besar menjadi sistem yang fleksibel, atau sekadar memiliki banyak nama tanpa distribusi menit yang efektif.**