Pesan Pelatih Vietnam, Usai Sindiran Justin Hubner Viral di Media Sosial!

Pelatih Vietnam, Kim Sang-Sik (tengah).
Sumber :
  • Viva.co.id

VIVASoccer Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang Sik menegaskan bahwa Vietnam tidak membedakan arti setiap turnamen dan pertandingan yang mereka jalani, termasuk Piala AFF 2026.

img_title Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipamerkan, Erick Thohir: Ini Kesempatan Besar

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Justin Hubner menyindir kemenangan Vietnam atas Timnas Indonesia yang terjadi dalam turnamen non-FIFA Matchday.

Sikap Kim Sang Sik sekaligus memperlihatkan perbedaan perspektif antara kedua kubu.

Hubner sebelumnya menilai kemenangan Vietnam belum menjadi ukuran penuh karena pertandingan tersebut berlangsung di luar kalender resmi FIFA, sedangkan pelatih Vietnam memilih menempatkan Piala AFF sebagai bagian penting dari proses perkembangan tim.

Komentar Hubner muncul setelah Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam.

Bek yang saat ini memperkuat Fortuna Sittard itu tidak masuk skuad Indonesia untuk Piala AFF 2026 karena tengah menjalani persiapan menghadapi musim baru bersama klubnya.

Hubner kemudian menyampaikan sindiran melalui media sosial.

Ia menulis bahwa kemenangan Vietnam terjadi dalam turnamen di luar sistem FIFA dan menambahkan bahwa kedua tim akan kembali bertemu dalam pertandingan resmi.

Kim Sang Sik Tidak Mau Meremehkan Turnamen

Kim Sang Sik tidak membalas komentar Hubner dengan nada provokatif. Pelatih asal Korea Selatan itu justru menegaskan bahwa Vietnam memiliki prinsip berbeda dalam memandang pertandingan internasional.

"Publik mungkin memiliki penilaian seperti itu, namun bagi kami, setiap turnamen dan setiap pertandingan adalah hal yang penting.

Di turnamen ini kami akan melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil terbaik yang bisa kami dapatkan," kata Kim Sang Sik seperti dikutip Soha, media olahraga Vietnam, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.

Pernyataan tersebut penting karena Vietnam sedang berada dalam posisi menguntungkan di Grup A Piala AFF 2026. Kemenangan atas Indonesia membuat The Golden Star Warriors semakin dekat dengan posisi puncak grup.

Vietnam juga mendapatkan keuntungan dari hasil pertandingan sebelumnya sehingga pertandingan terakhir fase grup menjadi sangat penting untuk menentukan posisi akhir. Sebaliknya, Indonesia berada dalam tekanan lebih besar setelah kehilangan poin dari Vietnam.

Situasi itu membuat komentar mengenai status turnamen tidak berhenti sebagai perdebatan antarpemain.

Bagi Vietnam, setiap pertandingan di Piala AFF menjadi kesempatan untuk mengumpulkan hasil sekaligus menguji pemain yang mereka persiapkan untuk agenda berikutnya.

Vietnam Melihat Piala AFF sebagai Proses Regenerasi

Kim Sang Sik kemudian menjelaskan alasan lain mengapa Vietnam memberikan perhatian serius terhadap setiap pertandingan. Menurut dia, pertandingan internasional menjadi bagian dari proses pembentukan pemain untuk kebutuhan masa depan.

"Secara khusus, timnas Vietnam selalu mempersiapkan diri menghadapi tiap pertandingan sehingga para pemain bisa terus berkembang dan bisa menyambut masa depan [dengan baik]," ujar Kim Sang Sik, dikutip dari Soha.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa target Vietnam tidak hanya berkaitan dengan hasil satu pertandingan.

Setiap laga juga digunakan untuk mempertahankan standar kompetitif sekaligus memberikan pengalaman kepada pemain yang diproyeksikan menjadi bagian dari tim nasional dalam jangka panjang.

Pendekatan tersebut membuat Piala AFF memiliki fungsi ganda bagi Vietnam. Kompetisi menjadi arena perebutan trofi sekaligus ruang untuk menguji kesiapan skuad sebelum menghadapi pertandingan dengan tingkat kepentingan berbeda.

Karena itu, kemenangan atas Indonesia menjadi lebih berarti bagi Vietnam daripada sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut memperkuat posisi mereka di grup sekaligus memberikan momentum bagi skuad Kim Sang Sik dalam perjalanan menuju fase berikutnya.

Indonesia Kini Menghadapi Tekanan Berbeda

Kondisi Indonesia setelah kekalahan tersebut justru berbanding terbalik. Kekalahan 0-3 membuat skuad asuhan John Herdman harus mengalihkan fokus dari persaingan dengan Vietnam menuju pertandingan berikutnya melawan Singapura.

Pertandingan tersebut menjadi sangat penting bagi Indonesia karena hasilnya berpengaruh langsung terhadap peluang mereka melanjutkan perjalanan di Piala AFF 2026.

Setelah gagal mendapatkan hasil maksimal ketika menghadapi Vietnam, Indonesia tidak memiliki ruang besar untuk kembali kehilangan poin.

Absennya Hubner sepanjang turnamen juga menjadi bagian dari konteks yang tidak bisa dilepaskan dari perdebatan tersebut.

Ia menyaksikan perjalanan Indonesia dari luar skuad, sementara pemain yang tampil di lapangan harus menghadapi konsekuensi langsung dari hasil pertandingan.

Bagi Indonesia, pertandingan resmi FIFA pada masa mendatang memang dapat menjadi kesempatan lain untuk mengukur kekuatan kedua negara.

Namun untuk saat ini, tantangan terdekat adalah memastikan Piala AFF 2026 tidak berakhir lebih cepat akibat hasil buruk di fase grup.

Perbedaan Perspektif yang Berujung Rivalitas

Komentar Hubner dan respons Kim Sang Sik pada akhirnya memperlihatkan dua sudut pandang berbeda terhadap pertandingan internasional.

Hubner menekankan status pertandingan berdasarkan kalender FIFA, sedangkan Kim memilih melihat nilai kompetisi dari proses persiapan dan perkembangan tim.

Keduanya tidak berada dalam konteks yang sama. Hubner tidak mengikuti Piala AFF 2026 karena agenda bersama klub, sementara Kim Sang Sik bertanggung jawab langsung atas Vietnam yang sedang mengejar hasil terbaik di turnamen tersebut.

Karena itu, pertemuan Vietnam dan Indonesia pada Piala AFF 2026 tidak hanya menghasilkan perbedaan skor.

Pertandingan tersebut juga memunculkan narasi baru menjelang kemungkinan pertemuan kedua negara dalam agenda resmi berikutnya.

Vietnam kini memiliki alasan untuk mempertahankan momentum setelah kemenangan telak tersebut.

Indonesia, di sisi lain, harus membuktikan bahwa kekalahan itu tidak menggambarkan kekuatan sebenarnya ketika mereka tampil dalam kompetisi resmi FIFA.

Namun sebelum memikirkan pertemuan berikutnya, Indonesia memiliki pekerjaan yang jauh lebih mendesak.

Laga melawan Singapura menjadi ujian untuk menentukan apakah skuad Herdman mampu bangkit dan menjaga peluang mereka di Piala AFF 2026.

Bagi Kim Sang Sik, pesan yang ingin disampaikan sudah cukup jelas: Vietnam tidak memilih pertandingan mana yang layak dianggap penting.

Seluruh pertandingan diperlakukan sebagai bagian dari proses untuk mendapatkan hasil sekaligus mempersiapkan masa depan tim nasional.**

img_title Kang Sung-hyung Matangkan Strategi Megawati Cs di KOVO Cup 2026