Jangan Lari Pakai Jas Hujan! Faktanya Bikin Lemas, Bukan Bakar Lemak
- Istimewa
VIVASoccer – Belakangan ini, tren lari menggunakan jas hujan atau pakaian tebal lainnya menjadi viral di media sosial.
Banyak yang percaya bahwa semakin banyak keringat yang keluar, semakin cepat pula proses pembakaran lemak.
Namun, para ahli kesehatan membantah keras anggapan tersebut dan memperingatkan bahaya serius di baliknya.
Menurut Dr. Cedric X. Bryant, Chief Science Officer dari American Council on Exercise (ACE), gagasan bahwa jas hujan dapat mempercepat pembakaran lemak adalah kesalahpahaman besar.
"Memakai jas hujan mungkin membuat Anda lebih banyak berkeringat, tapi itu tidak berarti Anda membakar lebih banyak lemak," tegasnya.
Keringat Bukan Lemak
Fakta ilmiahnya, keringat yang keluar dari tubuh saat berolahraga adalah cairan dan elektrolit, bukan lemak.
Penurunan berat badan setelah lari dengan jas hujan hanyalah hasil dari dehidrasi sementara.
Berat badan akan kembali naik begitu tubuh mendapatkan asupan cairan kembali, karena lemak yang ada di tubuh tidak terbakar.
Di negara tropis seperti Indonesia, melakukan aktivitas ini sangat berisiko. Suhu tubuh akan meningkat drastis karena panas tidak bisa keluar, yang bisa memicu heat stroke, pusing, mual, bahkan kolaps.
Selain itu, kehilangan cairan secara cepat bisa memicu dehidrasi parah yang berdampak buruk pada fungsi ginjal dan jantung.
Kapan Jas Hujan Boleh Digunakan?
Meski berbahaya untuk aktivitas sehari-hari, jas hujan sesekali digunakan oleh atlet profesional seperti petinju atau petarung MMA.
Namun, penggunaannya sangat terbatas dan diawasi ketat oleh tim medis dan pelatih. Ini adalah strategi darurat untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat menjelang timbang badan, dan bukan metode efektif untuk pembakaran lemak permanen.
Cara Sehat Bakar Lemak
Jika tujuan Anda adalah membakar lemak secara efektif, kuncinya adalah konsistensi dan defisit kalori, bukan keringat berlebihan. Beberapa cara yang terbukti berhasil meliputi:
- Latihan Kardio: Seperti jogging, bersepeda, atau berenang.
- HIIT: Latihan interval intensitas tinggi untuk membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat.
- Latihan Kekuatan: Untuk membangun massa otot dan meningkatkan metabolisme.
- Pola Makan Sehat: Mengatur asupan kalori agar seimbang dengan kebutuhan tubuh.
Jadi, daripada mengambil risiko dengan tren yang berbahaya, lebih baik fokus pada metode yang terbukti sehat dan efektif.
Membakar lemak adalah proses yang membutuhkan waktu dan dedikasi, bukan keringat yang instan.*