Outbound di Ecopark Ancol Jadi Cara Ratusan Pelajar Kenal Ekowisata
VIVA – Ratusan pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan outbound dalam rangkaian Jakarta Ecotourism Festival 2026 di Learning Farm, Ecopark Ancol, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta tersebut tidak hanya diisi permainan kelompok.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep ekowisata, kerja sama lintas kelompok, serta aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan dan budaya.
Agenda ini diikuti mahasiswa Universitas Bunda Mulia, Universitas Asa Indonesia, dan Universitas Gunadarma.
Dari tingkat sekolah menengah, peserta berasal dari sejumlah sekolah, antara lain SMA 10, SMA 19, SMA 26, SMA 54, SMK 24, SMK 38, SMK 58, SMK 66, SMK Perguruan Cikini, SMK Wisata Indonesia, SMK Bina Dharma, serta SMP 113.
Peserta Dibagi Menjadi 24 Kelompok
Peserta dijemput dari sekolah dan kampus masing-masing menggunakan bus. Dalam perjalanan, pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) memberikan informasi mengenai ekowisata kepada peserta.
Setibanya di lokasi, peserta mengikuti sesi *ice breaking* sebelum dibagi secara acak menjadi 24 kelompok.
Pembagian tersebut mendorong peserta untuk berinteraksi dengan pelajar dan mahasiswa dari institusi berbeda.
Setiap kelompok kemudian mengikuti tiga jenis aktivitas secara bergantian.
Kelompok 1-8 mendapat permainan menyiram tanaman, kelompok 9-16 mengikuti permainan angklung sambil menyanyikan lagu “Hari Merdeka”, sedangkan kelompok 17-24 melakukan aktivitas melukis menggunakan daun kering.
Seluruh kelompok akhirnya mendapat kesempatan mengikuti setiap permainan yang telah disiapkan. Aktivitas angklung menjadi salah satu pengalaman baru bagi sebagian peserta.
Adinda, pimpinan Angklung Interaktif Jakarta yang menjadi mentor, mengatakan sejumlah peserta sebelumnya belum pernah memainkan alat musik tradisional tersebut.
“Peserta banyak yang baru pertama kali memegang angklung. Mereka senang banget dan ternyata langsung bisa memainkannya secara kompak,” ujar Adinda.
Menurut dia, kemampuan peserta bermain bersama menunjukkan proses adaptasi dan kerja sama yang berlangsung selama kegiatan.
Hal serupa disampaikan Regina Halim, mahasiswi Fakultas Pariwisata Universitas Bunda Mulia yang menjadi pemimpin Kelompok 1.
Ia menilai aktivitas angklung memberikan pengalaman berbeda setelah peserta mengikuti rangkaian permainan.
“Setelah lelah mengikuti permainan, rasanya asik banget memainkan angklung ini bareng teman-teman baru,” kata Regina.