Penyakit Lama Ini Bisa Gagalkan Mimpi Indonesia Juara Piala AFF 2026
VIVASoccer - Ambisi besar Timnas Indonesia untuk merengkuh trofi perdana di ajang Piala AFF 2026 kini tengah diuji dari dalam. Di tengah intensnya agenda pemusatan latihan (TC) tahap pertama yang berlangsung di Bali sejak 5 Juli hingga 11 Juli 2026, sebuah peringatan keras ditiupkan oleh otoritas sepak bola nasional.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara blak-blakan membongkar "penyakit lama" skuad Garuda yang berpotensi menjadi batu sandungan utama dalam misi menjemput gelar juara.
Dalam evaluasi mendalam yang dilakukan menjelang turnamen regional bergengsi ini, Sumardji menggarisbawahi bahwa persoalan terbesar Indonesia di Piala AFF secara historis bukanlah pada aspek kekurangan taktik kasar, melainkan rapuhnya kontrol emosi dan benturan ego pemain di lapangan.
Peringatan ini menjadi alarm penting bagi jajaran tim kepelatihan di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman, untuk meredam potensi konflik internal sedini mungkin sebelum kompetisi resmi bergulir pada 24 Juli 2026.
Faktor Utama Kegagalan Historis Timnas
Sumardji menegaskan dalam sebuah wawancara, pembenahan karakter mental harus berada di prioritas teratas jika Indonesia ingin memenangi persaingan ketat di Asia Tenggara.
"Salahsatu evaluasi yang utama ialah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita," ujar Sumardji dalam keterangannya.
Penyakit lama berupa rapuhnya ketahanan psikologis kerap kali membuat performa taktis pemain hancur berantakan ketika mendapat tekanan provokasi lawan di lapangan hijau.
Aspek mentalitas baja ini menjadi krusial mengingat Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama tim-tim agresif seperti Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Otoritas BTN melihat adanya indikasi jika ego individu tidak diredam demi kolektivitas tim, skema permainan modern yang dibangun tidak akan berjalan optimal.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
- tvonenews.com
Data Seleksi John Herdman
Secara teknis, proses penyaringan skuad sementara saat ini di Bali melibatkan persaingan yang sangat ketat. John Herdman awalnya memanggil 50 nama pemain untuk dipantau kualitasnya secara langsung.
Dari total 50 nama tersebut, kuota pemain akan dipangkas secara bertahap melalui seleksi ketat dua gelombang untuk menyisakan hanya sekitar 24 hingga 26 pemain final dalam daftar Garuda Calling.