Persija Rekrut Tiga Bek Asing, Strateginya Mirip Tim Juara Dunia
- id.pinterest.com
VIVASoccer – Persija Jakarta mengirim pesan yang cukup jelas lewat aktivitasnya di bursa transfer Super League 2026-2027.
Dibanding memburu penyerang baru dalam jumlah besar, Macan Kemayoran justru lebih fokus memperkuat lini belakang dengan mendatangkan Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija, hingga Pratama Arhan.
Pola perekrutan ini memperlihatkan perubahan filosofi tim yang kini menempatkan pertahanan sebagai fondasi utama untuk bersaing pada musim baru.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan perombakan besar skuad. Berdasarkan pembaruan bursa transfer yang dirilis Skor.id, Persija melepas sejumlah pemain asing seperti Allano Lima, Maxwell Souza, Jean Mota, Bruno Tubarao, Carlos Eduardo, serta beberapa pemain lokal senior, termasuk Riko Simanjuntak, Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama Pranata, dan Ryo Matsumura.
Sebagai gantinya, Persija menghadirkan sembilan wajah baru, yakni Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, Kyohei Yoshino, Kwon Chang-hoon, dan Stjepan Loncar.
Pertahanan Menjadi Fokus Utama
Jika dicermati, mayoritas rekrutan Persija bukanlah penyerang.
Radovan Pankov dan Denis Kolinger sama-sama berposisi sebagai bek tengah yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa.
Kerim Memija merupakan bek kanan yang juga mampu bermain sebagai wing-back, sedangkan Pratama Arhan menambah kedalaman di sektor kiri.
Di lini tengah, Persija turut merekrut Kyohei Yoshino dan Stjepan Loncar yang dikenal memiliki kemampuan menjaga keseimbangan permainan, baik saat membangun serangan maupun membantu pertahanan.
Artinya, Persija tidak sekadar menambah kualitas individu, tetapi juga membangun organisasi permainan yang lebih solid dari belakang ke depan.
Pendekatan tersebut berbeda dibanding beberapa musim sebelumnya ketika Macan Kemayoran lebih banyak mengandalkan kreativitas lini depan.
Evaluasi dari Musim Sebelumnya
Perombakan besar yang dilakukan Persija tidak lepas dari evaluasi terhadap performa musim 2025-2026.
Meski mampu finis di papan atas dan mengakhiri kompetisi di posisi ketiga, Persija beberapa kali kehilangan poin penting akibat kurang konsistennya performa sepanjang musim.
Pergantian pemain, cedera, hingga koordinasi lini belakang menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam evaluasi tim.