Adaptasi Megawati di Hillstate Lebih Cepat, Ini 6 Faktor Penentunya!
- Instagram/@hdecvolleyballteam
VIVASoccer – Megawati Hangestri Pertiwi menunjukkan proses adaptasi yang jauh lebih cepat setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate dibanding saat pertama kali datang ke Liga Voli Korea bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Perubahan tersebut bukan hanya dipengaruhi kehadiran sang suami, Dio Novandra Wibowo, tetapi juga pengalaman bermain selama dua musim di V-League, pemahaman terhadap budaya Korea Selatan, hingga semakin minimnya hambatan komunikasi di dalam tim.
Dalam wawancara di kanal YouTube resmi Hyundai Hillstate, Megawati mengakui sempat merasa malu ketika pertama kali bertemu rekan-rekan setimnya.
Namun rasa canggung itu tidak berlangsung lama karena ia sudah mengenal sebagian pemain Hillstate ketika masih menjadi lawan saat memperkuat Red Sparks.
"Pertama malu karena sempat kenal, tapi cuma dari jauh," ujar Megawati dalam tayangan YouTube resmi Hyundai Hillstate.
Pengalaman Dua Musim Jadi Modal Berharga
Perbedaan paling mencolok dibanding musim pertamanya di Korea adalah pengalaman. Saat bergabung dengan Red Sparks pada 2023, Megawati harus memulai semuanya dari nol.
Ia perlu menyesuaikan diri dengan ritme latihan yang lebih intens, budaya disiplin khas olahraga Korea Selatan, hingga gaya permainan yang jauh lebih cepat dibanding kompetisi domestik Indonesia.
Kini situasinya berbeda.
Musim 2026/2027 menjadi tahun ketiga Megawati berkarier di Negeri Ginseng. Pengalaman menghadapi berbagai klub V-League membuatnya tidak lagi asing dengan karakter permainan lawan maupun tuntutan kompetisi.
Pengalaman tersebut juga mempersingkat proses adaptasi karena Megawati telah memahami ekspektasi pelatih terhadap pemain asing Asia di kompetisi Korea.
Hambatan Komunikasi Tak Lagi Sebesar Dulu
Faktor lain yang mempercepat adaptasi adalah komunikasi. Pada musim pertamanya bersama Red Sparks, keterbatasan bahasa menjadi salah satu tantangan terbesar.
Kini, Megawati mengaku komunikasi jauh lebih mudah berkat bantuan penerjemah Yoo So-yeon sekaligus meningkatnya pemahamannya terhadap istilah-istilah yang umum digunakan selama latihan.
Kemampuan memahami instruksi pelatih dengan lebih cepat membuat proses latihan berjalan lebih efektif dibanding saat pertama kali datang ke Korea.
Selain itu, keberadaan pemain-pemain yang sudah pernah dihadapinya selama membela Red Sparks membuat proses membangun chemistry di ruang ganti berlangsung lebih alami.