Tanpa Kane dan Bellingham, Inggris Justru Menggila Libas Prancis 6-4
- Youtube
VIVASoccer – Timnas Inggris membuktikan mereka tidak hanya bergantung pada Harry Kane dan Jude Bellingham setelah mengalahkan Prancis dengan skor dramatis 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Sabtu waktu setempat.
Keputusan pelatih Thomas Tuchel mencadangkan dua pemain terbaiknya sempat memunculkan tanda tanya, tetapi strategi tersebut justru menghasilkan salah satu pertandingan paling produktif Inggris sepanjang turnamen.
Keputusan Tuchel menjadi sorotan karena Kane dan Bellingham merupakan dua pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.
Namun, keduanya baru dimainkan sebagai pemain pengganti setelah pelatih asal Jerman itu memilih melakukan rotasi besar.
Menurut penjelasan Tuchel yang dikutip Sports Illustrated, keputusan tersebut didasarkan pada kondisi fisik para pemain yang sudah menjalani jadwal padat selama turnamen.
"Kami memiliki begitu banyak kilometer di kaki, perjalanan yang panjang, satu hari pemulihan lebih sedikit, bermain dengan 10 orang di ketinggian, lalu menjalani perpanjangan waktu di Miami. Mereka sudah memberikan segalanya," ujar Tuchel.
Rotasi Besar Berbuah Ledakan Gol
Alih-alih kehilangan daya serang, Inggris justru tampil jauh lebih agresif. Declan Rice membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lebih dari dua menit.
Keunggulan The Three Lions kemudian bertambah melalui Ezri Konsa sebelum Bukayo Saka mencetak dua gol yang membawa Inggris unggul telak 4-0 saat turun minum.
Formasi menyerang yang diterapkan Tuchel menjadi perubahan drastis dibanding semifinal ketika Inggris banyak dikritik karena bermain terlalu defensif saat menghadapi Argentina.
Di babak kedua, Prancis sempat bangkit dan memangkas ketertinggalan hingga hanya selisih satu gol. Namun Inggris kembali menemukan momentum.
Saka melengkapi penampilan impresifnya sebelum Jude Bellingham yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan Inggris lewat gol penutup sehingga laga berakhir dengan skor 6-4.
Jawaban Tuchel untuk Para Pengkritik
Beberapa hari sebelum pertandingan, Tuchel menjadi sasaran kritik media Inggris setelah perubahan taktiknya saat semifinal dinilai terlalu berhati-hati.
Alih-alih membalas kritik lewat pernyataan panjang, mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen tersebut memilih menjawabnya di atas lapangan.
Rotasi besar yang ia lakukan menunjukkan bahwa Inggris memiliki kualitas pemain yang merata. Enam gol yang dicetak berasal dari kombinasi permainan kolektif, bukan semata bergantung kepada Kane maupun Bellingham.