Rahasia di Balik Seleksi Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
VIVASoccer – Seleksi skuad final Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 ternyata tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain.
Pelatih John Herdman mengungkapkan bahwa proses memilih 23 nama terbaik dari 50 pemain yang mengikuti pemusatan latihan juga mempertimbangkan karakter, kekompakan tim, serta kebutuhan taktik menghadapi lawan-lawan berbeda di fase grup.
Herdman mengakui proses menentukan skuad menjadi salah satu keputusan tersulit yang harus diambilnya sejak memimpin Timnas Indonesia.
Regulasi Piala AFF 2026 yang hanya mengizinkan setiap tim mendaftarkan 23 pemain membuat sejumlah nama berkualitas dipastikan harus tersingkir.
"Saya punya keputusan sulit. Saya hanya bisa mengambil 23 pemain," ujar Herdman dalam tayangan kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persaingan di skuad Garuda kini semakin kompetitif. Tidak ada lagi pemain yang mendapat jaminan tempat hanya karena nama besar, pengalaman, atau performa di level klub.
Karakter Jadi Penilaian yang Tak Terlihat
Di balik kemampuan teknik dan fisik, Herdman mengungkapkan ada faktor lain yang menjadi perhatian utama selama pemusatan latihan, yakni karakter pemain.
Menurut pelatih asal Kanada itu, seluruh pemain menunjukkan sikap positif sepanjang training camp sehingga membuat proses seleksi semakin rumit.
"Saya ingin mengambil setiap pemain pada pekan ini karena dari perspektif karakter, hal itu berada di sana. Itulah yang akan saya nilai sekarang dan membuat beberapa keputusan sulit," kata Herdman.
Ucapan tersebut memberi gambaran bahwa tim pelatih tidak hanya mengevaluasi kemampuan mengolah bola, tetapi juga disiplin, semangat berlatih, komunikasi, hingga kemampuan pemain menjalankan peran di dalam tim.
Dalam sepak bola modern, karakter menjadi bagian penting karena turnamen seperti Piala AFF berlangsung dalam waktu singkat.
Tim dengan kualitas individu tinggi belum tentu mampu meraih hasil maksimal apabila tidak memiliki kekompakan dan mental bertanding yang kuat.
Bukan Mencari 23 Pemain Terbaik
Filosofi Herdman menunjukkan bahwa seleksi kali ini bukan sekadar mencari 23 pemain dengan kualitas terbaik, melainkan menyusun kombinasi pemain yang saling melengkapi.
Setiap posisi membutuhkan karakter berbeda. Ada pemain yang berperan menjaga keseimbangan permainan, ada yang bertugas memecah kebuntuan, hingga pemain yang siap mengubah ritme pertandingan saat masuk dari bangku cadangan.