Cedera Hamstring, Ismael Saibari Absen di Perempat Final Piala Dunia 2026
Pergantian komposisi ini juga berpotensi membuat Brahim Diaz memegang peran lebih besar sebagai kreator serangan. Gelandang Real Madrid tersebut diperkirakan akan menjadi pemain yang paling sering menguasai bola untuk membongkar pertahanan Prancis.
Misi Balas Dendam Ulangan Semifinal 2022
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Bagi Maroko, duel melawan Prancis menjadi kesempatan membalas kekalahan 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Empat tahun lalu, Atlas Lions mencatat sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia. Kini mereka kembali berada di fase gugur dengan ambisi melangkah lebih jauh.
Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menikmati pencapaian lolos ke delapan besar.
"Kami benar-benar ingin memenangkan pertandingan besok. Kami tidak ingin mendengar bahwa perjalanan kami sudah cukup sampai di sini. Target kami adalah semifinal," tegas pelatih yang menggantikan Walid Regragui pada Maret 2026.
Optimisme serupa disampaikan Brahim Diaz. Pemain Real Madrid itu menilai Maroko telah membuktikan mampu bersaing dengan tim-tim elite sehingga tidak gentar menghadapi salah satu kandidat juara.
Menariknya, Diaz akan berhadapan langsung dengan rekan setimnya di Real Madrid, Kylian Mbappe, yang tengah berada dalam performa terbaik setelah membawa Prancis menyingkirkan Paraguay melalui gol penalti pada babak sebelumnya.
Ujian Kedalaman Skuad Maroko
Absennya Ismael Saibari memang menjadi kerugian besar, tetapi kondisi ini sekaligus menguji kedalaman skuad Maroko.
Pada turnamen besar seperti Piala Dunia, tim yang mampu beradaptasi dengan kehilangan pemain inti biasanya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hingga fase akhir. Maroko telah menunjukkan karakter tersebut dalam beberapa pertandingan terakhir melalui organisasi permainan yang disiplin serta transisi menyerang yang efektif.
Kini tantangan terbesar Atlas Lions adalah menjaga keseimbangan permainan tanpa kehilangan daya gedor. Jika mampu melewati ujian ini, Maroko berpeluang kembali menciptakan sejarah dengan menyingkirkan Prancis dan melangkah ke semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun.**