Belgia Tantang Spanyol, Courtois Yakin Bisa Bikin Kejutan
VIVA Soccer – Timnas Belgia langsung mengalihkan fokus ke laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol setelah menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat dengan kemenangan meyakinkan 4-1. Kiper sekaligus kapten tim, Thibaut Courtois, menegaskan skuad Red Devils tidak ingin larut dalam euforia karena tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti.
Belgia datang ke delapan besar dengan modal kepercayaan diri tinggi. Dua kemenangan dramatis di fase gugur menjadi bukti bahwa tim asuhan Rudi Garcia mampu tampil efektif dalam situasi berbeda, mulai dari bangkit saat tertinggal hingga mendominasi lawan.
Kini, ujian sesungguhnya menanti. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026 dan dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat meraih gelar juara.
Momentum Belgia Bertemu Tembok Pertahanan Spanyol
Kemenangan 4-1 atas Amerika Serikat menunjukkan Belgia mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Charles De Ketelaere menjadi bintang dengan dua gol pada babak pertama, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku melengkapi pesta gol Red Devils.
Sebelumnya, Belgia juga memperlihatkan mentalitas luar biasa ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menumbangkan Senegal 3-2. Dua pertandingan itu memberikan gambaran bahwa Belgia tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga memiliki karakter kuat saat berada di bawah tekanan.
Menurut Courtois, pengalaman tersebut menjadi modal penting menghadapi Spanyol.
"Kami mendapat banyak kepercayaan diri. Melawan Amerika Serikat kami tahu laga akan sangat sulit karena mereka bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter. Namun kami mampu tampil baik ketika bertahan maupun menyerang," ujar Courtois.
Meski begitu, Belgia sadar kualitas lawan kali ini berbeda. Spanyol tampil konsisten sejak fase grup dan belum sekalipun kebobolan, menunjukkan keseimbangan antara lini belakang yang solid serta penguasaan bola yang efektif.
Courtois Belajar dari Kisah Belgia pada 2018
Courtois mengaku situasi saat ini mengingatkannya pada perjalanan Belgia di Piala Dunia 2018.
Kala itu, Belgia datang sebagai tim yang tidak lebih difavoritkan dibanding Brasil pada babak perempat final. Namun, berkat organisasi permainan yang disiplin dan efektivitas serangan balik, Red Devils mampu menang 2-1 sebelum akhirnya finis di posisi ketiga.