Kontroversi Transfer Persib: Kurzawa Dipuji Level Dunia, Tapi Diuji Adaptasi
- Viva.co.id
VIVASoccer – Transfer Layvin Kurzawa ke Persib Bandung langsung memantik kontroversi. Bukan hanya karena statusnya sebagai eks pemain PSG dan Timnas Prancis, tetapi juga karena fakta bahwa Kurzawa sempat menganggur hampir enam bulan sebelum resmi direkrut Maung Bandung.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam pundit nasional Bung Binder, yang secara terbuka menantang sang pemain untuk membuktikan kualitasnya di Liga Indonesia.
Persib bergerak cepat di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Setelah kehilangan William Marcilio, Hamra, dan Rezaldi Hehanussa, pelatih Bojan Hodak langsung mendatangkan dua nama baru: Layvin Kurzawa dan pilar muda Timnas Indonesia Dion Markx. Kurzawa dikontrak hingga akhir musim, sementara Dion Markx diikat kontrak jangka menengah 2,5 tahun.
layvin kurzawa
- ig persib
Kedatangan Kurzawa sempat diragukan Bobotoh. Meski rumor transfernya telah lama beredar, statusnya sebagai mantan bintang PSG terasa nyaris mustahil. Keraguan itu baru sirna setelah foto Kurzawa di bandara viral, bahkan mendapat atensi dari media dan jurnalis Prancis yang menyebut kepindahannya sebagai momen tak biasa.
Di Persib, Kurzawa akan mengenakan nomor punggung 3 dan langsung masuk persaingan di sektor kiri bersama Alfeandra Dewangga. Transfer ini pun langsung menuai komentar tajam Bung Binder, yang menyebut level Kurzawa bukan standar Asia.
“Saya berani mengatakan Layvin Kurzawa ini pemain level dunia, bukan lagi level Asia apalagi ASEAN,” ujar Bung Binder di kanal YouTube-nya. “Persib mengontrak pemain yang di luar dugaan, setelah konsultasi dengan Bojan Hodak.”
Namun pujian itu datang bersama tantangan. Bung Binder menyoroti fakta bahwa Kurzawa menganggur sejak Juli 2025 usai kontraknya bersama Boavista Portugal tidak diperpanjang. Artinya, selama setengah tahun, sang pemain nyaris tanpa ritme kompetitif.
Bahkan, ini bukan kali pertama Kurzawa tanpa klub. Setelah dilepas PSG pada Juli 2024, ia baru kembali bermain pada Februari 2025 bersama Boavista. Kondisi ini membuat Bung Binder meragukan adaptasi instan sang pemain di Liga Indonesia.
“Kalau pemain punya kualitas, seharusnya tidak butuh waktu lama untuk tune in,” tantangnya. Bung Binder pun memprediksi Bojan Hodak tidak akan langsung menurunkan Kurzawa sebagai starter. Menurutnya, sang pelatih akan memainkan Kurzawa secara bertahap demi menjaga stabilitas tim dan proses adaptasi.