Ternyata Selama Ini Salah! Begini Cara Hitung Gizi Ideal Menurut dr. Christopher
VIVASoccer – Perubahan gaya hidup modern membuat pola makan masyarakat ikut bergeser. Konsep lama “empat sehat lima sempurna” kini dinilai sudah tidak sepenuhnya relevan.
Menurut dr. Christoper dalam kanal YouTube KaisarTV, pola makan ideal saat ini lebih menekankan keseimbangan gizi antara karbohidrat, protein, lemak, dan serat.
"Empat sehat lima sempurna yang menyempurnakan adalah susu dulu ya kan. Nah kalau sekarang sebenarnya empat sehat lima sempurna itu sudah enggak relevan." papar dr. Christopher.
Makanan Bergizi
- -
"Kita sudah enggak pakai lagi empat sehat lima sempurna itu. Sekarang kita pakai yang kita bilang sebagai pola makan gizi seimbang atau piramida gizi seimbang." tambahnya.
"Which is karbohidrat, protein, lemak, serat. harus balance. Termasuk air putih, aktivitas sehari-hari itu juga harus balance." tandas dr. Christopher.
Jika dulu susu dianggap sebagai penyempurna makanan, kini posisinya sudah berubah menjadi bagian dari sumber protein hewani bersama ayam, ikan, daging, dan telur.
Sementara itu, protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga penting untuk melengkapi kebutuhan tubuh.
Dokter Christopel menegaskan bahwa kebutuhan gizi setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas harian, hingga kondisi kesehatan masing-masing.
Untuk memudahkan penerapan gizi seimbang, ia menyarankan metode “Isi Piringku”.
Caranya, isi setengah piring dengan sumber karbohidrat seperti nasi atau roti, seperempat piring dengan lauk berprotein, dan seperempat sisanya dengan sayur atau buah.
Lemak sudah tercukupi dari bahan masakan seperti minyak, santan, atau margarin, sehingga tidak perlu ditambahkan secara khusus.
Selain komposisi makanan, dr. Christopel juga mengingatkan pentingnya makan dengan perlahan.
Kebiasaan makan terburu-buru bisa membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak dari kebutuhan karena otak belum sempat memberi sinyal kenyang.
Ia menyarankan masyarakat menerapkan konsep mindful eating, yaitu makan dengan sadar, mengunyah perlahan, dan menghindari distraksi seperti ponsel saat makan.
Untuk anak-anak, susu tetap bisa menjadi pelengkap, terutama jika kebutuhan protein dan kalsium dari makanan utama belum terpenuhi.
Namun, dr. Christopel menegaskan bahwa minum susu setiap hari tidak wajib, selama anak mendapatkan gizi dan aktivitas fisik yang cukup.