Detik-Detik Justin Hubner Nikahi Jennifer, Momen Akad Tanpa Teks Banjir Reaksi
- tvonenews.com
VIVASoccer – Selebgram Jennifer Coppen dan bek Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melangsungkan akad nikah di Tirtha Bali Uluwatu, Bali, pada Jumat (12/6/2026).
Momen sakral tersebut menjadi sorotan publik, terutama saat prosesi ijab kabul yang berjalan penuh haru. Dalam prosesi tersebut, Justin Hubner mengucapkan ijab kabul dengan lantang menggunakan bahasa Indonesia dalam satu tarikan napas tanpa melihat teks.
Suasana semakin emosional ketika Jennifer Coppen tampak tak kuasa menahan air mata, mengingat momen tersebut telah lama ia nantikan untuk resmi menjadi istri sang pesepak bola.
“Saya terima nikah dan kawinnya Jennifer Coppen binti Hotimah dengan maskawin tersebut dibayar tunai,” ujar Justin Hubner dilansir VIVASoccer dari TikTok pribadinya, Minggu (14/6/2026).
Dengan lancarnya prosesi tersebut, Justin Hubner resmi menyelesaikan ijab kabul. Keduanya pun dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri, menandai babak baru dalam hubungan mereka.
Momen pernikahan ini langsung menyita perhatian publik. Tak sedikit penggemar Timnas Indonesia maupun warganet yang mengikuti perjalanan cinta Jennifer Coppen dan Justin Hubner sejak awal.
Ucapan selamat serta doa pun mengalir, dengan harapan keduanya dapat menjalani rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Di balik kebahagiaan tersebut, Jennifer Coppen sempat mengungkap kondisi emosionalnya menjelang pernikahan.
Ia mengaku masih diliputi rasa gugup dan trauma dari masa lalu. “Ini bukan pertama kali. Jadi, kayak gugup aja. Aku memang masih ada trauma masa lalu,” ungkap Jennifer Coppen dinukil VIVASoccer melalui siniar YouTube Cinta Laura Kiehl, Minggu.
Trauma tersebut berkaitan dengan kehilangan suami pertamanya, Dali Wassink, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di Bali pada 18 Juli 2024. Kepergian sosok yang akrab disapa Papa Dali itu meninggalkan luka mendalam bagi Jennifer Coppen, terutama karena ia harus melanjutkan hidup sebagai ibu dari satu anak.
Meski waktu telah berjalan, rasa cemas itu masih sesekali menghantui. Ia mengaku tidak ingin kembali mengalami kehilangan orang terdekat dalam hidupnya.
“Setiap malam aku berdoanya, 'Ya Tuhan, mohon panjangkan umur orang yang aku sayang. Aku takut diambil lagi'. Aku sangat nervous karena itu, tetapi selebihnya antusias,” ulas Jennifer Coppen.