Estadio Azteca: Stadion Keramat Pele dan Maradona di Piala Dunia 2026

Estadio Azteca Stadion Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Youtube

VIVASoccer – Sejarah baru siap ditulis kembali di tanah Meksiko.  Estadio Azteca di Mexico City secara resmi ditunjuk sebagai panggung utama pembukaan Piala Dunia 2026. 

img_title Dubes Meksiko Soroti Naturalisasi Timnas Indonesia Usai Juara

Laga perdana yang mempertemukan tuan rumah Meksiko kontra Afrika Selatan dijadwalkan bakal mengudara pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 02.00 WIB. Penunjukan stadion berkapasitas 83.000 kursi yang terletak di kawasan Coyoacan ini bukan sekadar urusan logistik atau kemegahan arsitektur. 

Bagi pencinta sepak bola garis keras, Azteca adalah "kuil suci" yang memilik ikatan emosional kuat dengan para seniman lapangan hijau terbesar sepanjang masa.

img_title Deretan Momen Pembukaan Super League 2026/2027 yang Bikin Stadion Bergemuruh

Modernisasi Tanpa Menghilangkan Warisan Sejarah

Pertama kali dibangun pada tahun 1961 dan diresmikan pada 29 Mei 1966, Estadio Azteca telah melewati berbagai dekade perubahan zaman. Agar tetap relevan dan memenuhi standar ketat FIFA, stadion ini tercatat telah mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1986, 1999, 2013, dan 2016.

img_title Duel Panas Persija vs Persib, Shin Tae-yong dan Igor Tolic Tetap Adem

Menyambut proyek ambisius Piala Dunia 2026, wajah Azteca kembali dipoles melalui renovasi total yang dimulai sejak 2024 lalu. Kini, proses pembaruan tersebut telah rampung 100%, siap menyajikan fasilitas modern kelas dunia namun tetap mempertahankan atmosfer magis yang melekat pada dinding-dinding stadionnya.

Mengenang Jejak Kaki Pele dan Kejeniusan Maradona

Alasan utama mengapa Estadio Azteca begitu dihormati adalah warisan sejarah yang ada di dalamnya. Stadion ini merupakan saksi bisu saat sang raja sepak bola, Pele, membawa Brasil menumbangkan Italia dengan skor telak 4-1 di partai final Piala Dunia 1970. 

Kemenangan legendaris itu membuat Brasil berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen untuk selamanya. Enam belas tahun kemudian, di rumput yang sama, giliran Diego Armando Maradona yang memahat namanya dalam keabadian. 

Di stadion inilah lahir dua gol paling ikonik dalam sejarah sepak bola saat Argentina mendepak Inggris di babak perempat final Piala Dunia 1986 gol "Solo Run" yang melewati separuh tim Inggris, serta gol "Tangan Tuhan" yang kontroversial.

Dominasi magis Maradona di Azteca ditutup dengan manis saat ia mengangkat trofi juara dunia setelah menumbangkan Jerman Barat di laga final tahun itu.

Jadwal Lengkap Pertandingan di Estadio Azteca

Halaman Selanjutnya
img_title