Dulu Bintang, Kini Tersisih: Apakah Era Witan, Asnawi, dan Arhan di Timnas Indonesia Sudah Tamat?
VIVASoccer – Perjalanan Tim Nasional Indonesia di bawah komando pelatih Shin Tae-yong tengah memasuki babak baru.
Namun, di tengah semangat regenerasi dan munculnya nama-nama baru, publik dibuat bertanya-tanya dengan hilangnya tiga pilar utama yang selama ini menjadi andalan: Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan.
Kehilangan ketiga pemain ini, yang sempat menjadi tulang punggung Garuda, memicu spekulasi besar di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Apakah era mereka di Timnas sudah berakhir, atau ini hanya jeda sementara sebelum kembali bersinar?
Tiga Nama Besar yang Menghilang dari Daftar Skuad
Witan Sulaeman: Dari Andalan Menjadi Tanda Tanya
Witan Sulaeman
- id.pinterest.com
Sejak debut pada tahun 2021, Witan Sulaeman menjelma menjadi salah satu penyerang sayap paling berbahaya.
Dengan 46 penampilan, 9 gol, dan 8 assist, pergerakannya yang lincah sering kali menjadi kunci serangan Timnas.
Namun, laga melawan Arab Saudi di awal tahun 2024 menjadi penampilan terakhirnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di benak publik: apakah perjalanan Witan di Timnas sudah usai, atau ia sedang menanti kesempatan untuk kembali membuktikan diri?
Asnawi Mangkualam: Sang Kapten yang Menghilang
Sebagai kapten dengan karakter fighter yang tak kenal lelah, Asnawi Mangkualam adalah panutan di lapangan.
Dengan 48 caps, 2 gol, dan 7 assist, kehadirannya di sisi kanan pertahanan selalu vital.
Namun, setelah pertandingan melawan Filipina di tahun 2024, namanya tidak lagi masuk dalam daftar pemain.
Absennya Asnawi, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin, terasa sangat signifikan, terutama di tengah persaingan ketat di posisi bek kanan.
Pratama Arhan: Lemparan Jauh yang Dirindukan
Pratama Arhan dan Azizah Salsha
- id.pinterest.com
Senjata rahasia Timnas Indonesia, Pratama Arhan, dikenal dengan lemparan ke dalam jarak jauhnya yang ikonik.
Ia sudah mencatatkan 50 penampilan, 3 gol, dan 9 assist sejak debutnya di tahun 2021. Seperti Asnawi, penampilan terakhirnya adalah saat melawan Filipina di tahun 2024.
Dengan munculnya talenta-talenta muda di posisi bek kiri, Arhan kini dituntut untuk menunjukkan performa terbaiknya di level klub agar bisa kembali dipanggil membela Merah Putih.
Akhir Era atau Jeda Sementara?
Hilangnya tiga pilar Timnas ini memunculkan perdebatan sengit: apakah ini tanda bahwa regenerasi tim telah menutup pintu bagi mereka, atau justru sebuah tantangan baru bagi ketiganya?
Publik berharap jika mereka mampu meningkatkan performa di level klub, pintu Timnas akan kembali terbuka.
Yang pasti, baik Witan, Asnawi, maupun Arhan telah mengukir jejak penting dalam sejarah Timnas Indonesia.
Kini, keputusan ada di tangan mereka: berjuang untuk comeback, atau menerima kenyataan bahwa era mereka sudah tamat?