Dito Ariotedjo Diganti, Program Naturalisasi Ikut Berhenti?

Menpora & PSSI
Sumber :

VIVASoccer – Kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali mengalami perombakan besar.

img_title Di Balik Sanksi Rp25 juta, Dokter Tim Ungkap Alasan Tak Dampingi Persib Lawan Madura United

Salah satu nama yang terkena reshuffle adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo.

Selain Dito, ada empat menteri lain yang ikut diganti. Mereka adalah Menko Polhukam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi, serta Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.

img_title Piala Asia 2027 Resmi Ditunda, AFC Umumkan Jadwal Baru

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Salam Perpisahan Dito

img_title Jay Idzes Baru Comeback, Sassuolo Langsung Dihajar Fiorentina

Melalui Instagram Stories pribadinya, Dito menyampaikan pesan perpisahan singkat.

Ia berharap sosok penggantinya bisa membawa arah baru bagi dunia olahraga dan kepemudaan di Indonesia.

"Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama berusaha membuat perubahan di Pemuda dan Olahraga Indonesia. Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya," tulis Dito.

Perubahan Struktur Kabinet

Prasetyo Hadi menjelaskan reshuffle kali ini tidak hanya mengganti menteri, tetapi juga menghadirkan satu kementerian baru.

"Untuk keenam Kementerian yang tadi kami sebutkan, 1 adalah Kementerian yang baru dan 5 adalah Kementerian yang terjadi perubahan susunan yang menjabat," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelantikan para menteri baru akan digelar di Istana Negara pada Senin sore (8/9/2025).

Nasib Program Naturalisasi

Meski sudah resmi dicopot, Dito meninggalkan sejumlah program yang cukup strategis, salah satunya terkait dukungan terhadap kebijakan PSSI dalam proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia.

Putri Anetta Komaruddin dikabarkan bakal menjadi pengganti Dito di kursi Menpora.

Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah program naturalisasi yang digencarkan Erick Thohir bersama Kemenpora tetap berlanjut atau justru akan dievaluasi oleh menteri baru.