Menang 3-1 tapi Tersingkir, Keputusan Soal Jens Raven Jadi Perdebatan Panas
- id.pinterest.com
VIVASoccer – Keputusan pelatih Indra Sjafri yang baru memasukkan Jens Raven pada menit ke-68 menuai sorotan.
Banyak pihak menilai penyerang naturalisasi tersebut seharusnya dimainkan sejak awal laga atau setidaknya pada awal babak kedua.
Meski tampil gemilang dengan mencetak dua gol, kontribusi Jens Raven belum cukup mengubah nasib Timnas Indonesia U-22.
Kemenangan 3-1 atas Myanmar dalam laga terakhir Grup C tetap membuat Garuda Muda tersingkir karena kalah selisih gol dari Malaysia.
Gol lain Indonesia dicetak oleh Tony Firmansyah, namun kekalahan 0-1 dari Filipina di laga pembuka menjadi penentu kegagalan lolos ke semifinal SEA Games 2025.
Jurnalis senior Ronny Pangemanan menyayangkan hasil tersebut, mengingat Indonesia merupakan juara bertahan peraih emas SEA Games 2023 Kamboja.
"Ada yang mengatakan juga bahwa Jens Raven telat masuk. Maksudnya, Raven harusnya masuk lebih awal. Bukan Hokky Caraka yang masuk lebih dulu. Tapi akhirnya Indra Sjafri justru memasukkan Hokky dan Raven terakhir," kata Ronny dikutip dari kanal Bung Ropan.
"Dan Raven bisa membuktikan dan membayar kepercayaan itu dengan mencetak dua gol. Namun apapun yang harus dikatakan kita tetap tersisih, kita gagal untuk lolos," imbuhnya.
Meski begitu, ia menegaskan hasil ini harus menjadi pelajaran berharga dan mengajak publik tetap mengapresiasi perjuangan Kadek Arel dan rekan-rekan.**