Resmi: Fenerbahce Pecat Mourinho Usai Tersingkir di Liga Champions
VIVASoccer – Jose Mourinho resmi berpisah dengan Fenerbahce setelah lebih dari satu tahun menangani klub raksasa Turki tersebut.
Keputusan ini diambil hanya dua hari setelah Fenerbahce tersingkir dari babak play-off Liga Champions melawan Benfica.
Dalam pernyataannya, pihak klub menyebut Mourinho telah “berpisah jalan” dengan Fenerbahce, sembari mengucapkan terima kasih atas kontribusinya.
Namun, seorang pejabat klub kemudian memastikan kepada BBC bahwa sang pelatih berusia 62 tahun itu memang telah dipecat.
Kontroversi Mourinho di Turki
Mourinho, yang pernah melatih Chelsea, Manchester United, hingga Tottenham, sebenarnya membawa Fenerbahce finis sebagai runner-up Liga Turki pada musim perdananya.
Meski begitu, masa kerjanya penuh kontroversi.
Pada Februari lalu, Galatasaray bahkan mengumumkan akan “memulai proses hukum” terhadap Mourinho setelah menuduhnya membuat pernyataan rasis usai laga derbi tanpa gol.
Mourinho membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan dirinya adalah “kebalikan dari rasis” dan justru menggugat balik dengan tuntutan ganti rugi sebesar 1,9 juta Lira Turki atau sekitar Rp1 miliar.
Sang pelatih juga kerap melontarkan kritik tajam terhadap kualitas wasit di Turki.
Ia sempat dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim selama empat pertandingan, yang kemudian dikurangi menjadi dua laga, akibat komentarnya setelah duel panas melawan Galatasaray.
Bahkan dalam laga Liga Europa kontra Manchester United pada Oktober 2024, Mourinho diusir wasit.
Setelahnya, ia sempat menyindir, “Saya ingin melatih tim papan bawah Inggris setelah meninggalkan Fenerbahce supaya tidak perlu tampil di kompetisi UEFA.”
Gagal Penuhi Harapan
Mourinho datang ke Istanbul dengan ekspektasi besar setelah sukses bersama Roma, di mana ia mempersembahkan trofi Conference League 2022, gelar Eropa pertama sepanjang sejarah klub.
Namun, di Fenerbahce, hasilnya jauh dari harapan. Mourinho gagal mempersembahkan gelar, tak pernah menang di derbi melawan Galatasaray, dan kerap dikritik karena gaya permainan tim yang dianggap membosankan.
Beberapa pemain kunci pun tampil menurun di bawah asuhannya.
Sang pelatih juga terlibat perselisihan dengan manajemen klub terkait perekrutan pemain. Sebelum laga melawan Benfica, Mourinho bahkan menyindir lambannya pergerakan transfer.
“Jika Liga Champions memang benar-benar vital untuk klub, pasti ada langkah yang dilakukan di antara laga melawan Feyenoord dan Benfica,” tegas Mourinho.
Berakhir Singkat
Mourinho diperkenalkan ke publik sebagai pelatih Fenerbahce pada Juni 2024 dengan penuh antusiasme.
Kala itu, ia berjanji bahwa seragam kuning-biru akan menjadi “kulitnya” dan mimpi para suporter juga akan menjadi mimpinya.
Namun, perjalanan itu hanya bertahan singkat.
Menurut laporan BBC Sport, Mourinho berpeluang menerima kompensasi sekitar 9 juta euro (Rp150 miliar), dengan tim asistennya mendapat tambahan 2 juta euro.
Hingga kini, pembicaraan mengenai pesangon masih berlangsung.
Dengan pemilihan presiden klub yang dijadwalkan berlangsung September mendatang, manajemen memutuskan hubungan dengan Mourinho tak bisa dipertahankan.
Bagi fans Fenerbahce, kehadiran Mourinho yang awalnya digadang-gadang bakal mengakhiri paceklik gelar sejak 2014, justru berakhir sebagai kekecewaan baru