Persija vs Persib Memanas, 8 Pilar Justru Terancam Absen!
VIVASoccer – Persija Jakarta dan Persib Bandung berpotensi kehilangan delapan pemain ketika bertemu pada pekan kedua Super League 2026/27.
Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 September 2026 pukul 15.30 WIB.
Persija menjadi tim dengan daftar persoalan cedera lebih panjang. Lima pemain Macan Kemayoran masuk pemantauan menjelang pertandingan besar tersebut.
Persija Punya Lima Nama Bermasalah
Andritany Ardhiyasa masih menjalani pemulihan cedera betis yang didapat ketika Persija menjalani pemusatan latihan di Thailand.
Menurut keterangan Persija melalui I.League, proses pemulihan Andritany saat itu diperkirakan masih membutuhkan satu hingga dua pekan.
Eksel Runtukahu juga masih terkendala cedera hamstring. Kondisi tersebut membuat opsi di lini depan Persija harus mendapat perhatian Shin Tae-yong.
Dony Tri Pamungkas dan Kwon Chang-hoon juga belum pulih. Keduanya bahkan tidak masuk skuad Persija ketika menghadapi Borneo FC pada laga pembuka Super League.
Nama lain yang menjadi perhatian adalah Pratama Arhan. Bek kiri Timnas Indonesia itu mengalami fraktur pada jari tangannya setelah pertandingan melawan Brisbane Roar.
Persija menyebut Arhan membutuhkan waktu pemulihan sekitar empat sampai enam pekan. Meski demikian, dokter tim menyatakan cedera tersebut tidak otomatis membuatnya harus berhenti berlatih atau bermain.
Persib Juga Punya Tiga Tanda Tanya
Dari kubu Persib, Marc Klok menjadi nama paling menarik perhatian. Sang kapten mengalami masalah ketika menghadapi PSM Makassar pada pertandingan pembuka.
Klok bahkan ditarik keluar pada menit ke-41 saat Persib menang 3-1 atas PSM. Data pertandingan resmi I.League mencatat Adam Alis masuk menggantikannya.
Dua nama lainnya adalah Luciano Guaycochea dan Gakuto Notsuda. Keduanya masih berada dalam proses pemulihan dan tidak masuk daftar Persib pada pertandingan pertama.
Absennya Notsuda sebenarnya bukan persoalan baru. Pelatih Persib sebelumnya sudah menyebut pemain asal Jepang tersebut sebagai salah satu pemain yang mengalami cedera pada masa persiapan.
Persija Datang dengan Modal Positif
Kondisi pemain bukan satu-satunya cerita dari kubu Persija. Macan Kemayoran justru membawa modal tiga poin setelah mengalahkan Borneo FC 1-0 pada pekan pertama.
Alexander Jeremejeff menjadi pencetak gol tunggal dalam kemenangan tersebut. Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Persija atas Borneo di kandangnya setelah penantian delapan tahun.
Shin Tae-yong tetap melihat ruang perbaikan. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai Persija baru memperlihatkan sekitar 50 persen kemampuan ketika menghadapi Borneo.
Shin kemudian menyatakan performa timnya seharusnya bisa meningkat ketika menghadapi Persib di kandang.
Pernyataan tersebut membuat duel di SUGBK menjadi menarik. Persija sudah mendapatkan hasil maksimal, tetapi masih memiliki ruang untuk meningkatkan permainan.
Persib Punya Modal dari Pertemuan Terakhir
Persib juga memasuki pertandingan dengan kemenangan pada pekan pertama. Maung Bandung menundukkan PSM Makassar dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Rekor pertemuan terbaru bahkan memberikan keuntungan psikologis bagi Persib. Dalam dua pertemuan terakhir musim lalu, Persib selalu menang atas Persija.
Persib menang 1-0 di GBLA pada Januari 2026. Empat bulan kemudian, Maung Bandung kembali menang 2-1 atas Persija di Stadion Segiri.
Namun, pertandingan kali ini memiliki konteks berbeda. Persija akhirnya kembali menjamu Persib di Jakarta setelah terakhir melakukannya di SUGBK pada Juli 2019.
Bukan Cuma Pemain yang Jadi Perhatian
Ada perubahan penting lain yang mengiringi pertandingan ini. Kompetisi musim 2026/27 kembali membuka ruang bagi suporter tandang setelah pembatasan selama beberapa musim.
Sekjen PSSI Yunus Nusi berharap kesempatan tersebut menjadi bagian dari perubahan kultur suporter sepak bola Indonesia. Ia bahkan menginginkan perwakilan Bobotoh hadir di SUGBK.
"Saya berharap demikian, ada beberapa perwakilan yang datang untuk bersama-sama berangkulan, berputar di lapangan menyampaikan bahwa tidak ada rivalitas yang negatif di antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta," ujar Yunus Nusi, dikutip dari Kompas.com.
Yunus juga mengajak suporter Persib mengenakan atribut biru ketika datang ke Jakarta. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati pertandingan tanpa permusuhan.
"Kita harapkan mereka datang pakai kaus biru kalau bisa, ayo kita sapa suporter. Untuk apa bermusuhan, ribut, toh kita hanya untuk menyenangkan diri mau nonton sepak bola, mau nonton tim kita, ayo kita bangun kebersamaan ini," kata Yunus.
Kehadiran suporter tandang sekaligus memberikan dimensi berbeda pada pertandingan.
Duel Persija dan Persib bukan hanya menjadi ujian bagi pemain, tetapi juga menjadi salah satu pertandingan penting untuk melihat penerapan kebijakan baru tersebut.
Dengan delapan pemain yang masih berada dalam tanda tanya, komposisi akhir kedua tim menjadi faktor yang patut ditunggu.
Perkembangan kondisi Klok, Arhan, Andritany dan pemain lainnya bisa memengaruhi pilihan Shin Tae-yong maupun Igor Tolic.
Di tengah rivalitas panjang kedua klub, Persija dan Persib kini sama-sama membawa kemenangan dari pekan pertama.
Pertemuan di SUGBK pun berpotensi menjadi ujian awal bagi kedalaman skuad kedua tim sekaligus panggung penting bagi perubahan atmosfer sepak bola Indonesia.**