Ini Alasan Mariano Peralta Jadi Kunci Persib Hadapi PSM!

Mariano Peralta
Sumber :
  • dok_@persib

VIVASoccerMariano Peralta memang menjadi penentu kelolosan Persib Bandung ke fase grup AFC Champions League Two 2026/2027, tetapi gol tersebut belum menutup pekerjaan lini depan Maung Bandung.

img_title Dua Mesin Poin Bertemu, Ini yang Dipertaruhkan Hillstate di KOVO Cup 2026

Peralta mencetak gol pada menit ke-89 saat Persib mengalahkan Manila Digger 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8/2026).

Kemenangan itu membawa Persib masuk Grup E bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel FC.

Namun, tantangan berikutnya datang sangat cepat. Persib akan menghadapi PSM Makassar pada laga pembuka Super League 2026/2027, Minggu (6/9), pukul 19.00 WIB di Gelora Bandung Lautan Api.

Gol Peralta Belum Menghapus Persoalan

Persib sebenarnya mampu mengendalikan pertandingan melawan Manila Digger, tetapi penyelesaian akhir membuat kemenangan harus ditunggu hingga penghujung laga.

Data pertandingan menunjukkan Persib menciptakan 14 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Dominasi tersebut akhirnya baru menghasilkan gol ketika laga memasuki menit ke-89.

Situasi itu menjadi gambaran penting bagi Igor Tolic. Persib membutuhkan lebih dari sekadar dominasi permainan ketika menghadapi lawan yang mampu bertahan rapat.

Ulasan Harian Bola Kompas juga menyoroti persoalan koordinasi serangan dan efektivitas penyelesaian akhir Persib. Peralta kemudian menjadi nama yang paling disorot setelah mampu mengakhiri kebuntuan di laga penting tersebut.

Peralta Datang dengan Beban Besar

Peralta bukan pemain yang didatangkan Persib tanpa ekspektasi. Penyerang asal Argentina itu direkrut setelah tampil bersama Borneo FC pada musim sebelumnya.

Manajemen Persib mengikat Peralta hingga 2028. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menyebut karakter menyerang, mobilitas, kecepatan, serta kemampuan mengonversi peluang menjadi gol menjadi pertimbangan perekrutan.

Gol ke gawang Manila Digger membuat Peralta langsung memberikan kontribusi penting. Akan tetapi, laga melawan PSM menjadi kesempatan berbeda untuk melihat apakah momentum tersebut dapat berlanjut.

Terlebih, Peralta sudah memiliki pengalaman menghadapi PSM ketika masih memperkuat Borneo FC. Catatan musim lalu menunjukkan ia bahkan mencatat satu assist ketika Borneo FC menghadapi PSM pada 18 April 2026.

PSM Bukan Lawan yang Mudah Dibongkar

Pertandingan Persib dan PSM juga memiliki sejarah pertemuan yang cukup ketat. Data resmi ILeague mencatat sembilan pertemuan terakhir menghasilkan empat kemenangan Persib, tiga kemenangan PSM, dan dua hasil imbang.

Pada pertemuan terakhir musim 2025/2026, Persib berhasil menang 2-1 di kandang PSM pada 17 Mei 2026.

Sebelumnya, Persib juga mengalahkan PSM 1-0 di Gelora Bandung Lautan Api pada Desember 2025. Artinya, dua pertemuan terakhir justru menjadi modal positif bagi Maung Bandung.

Tetapi catatan tersebut tidak otomatis membuat pertandingan berikutnya mudah. PSM tetap menjadi ujian awal bagi sistem permainan Tolic dalam kompetisi domestik.

Tolic Memilih Fokus Satu Laga

Setelah mengamankan tiket ACL Two, Tolic justru tidak ingin terlalu jauh memikirkan lawan-lawan Persib di fase grup.

Pelatih asal Kroasia itu menegaskan pendekatannya dilakukan secara bertahap. Kepada ANTARA, Tolic mengatakan, “Kami step by step” sebelum mengarahkan perhatian kepada pertandingan melawan PSM.

Sikap tersebut menunjukkan prioritas Persib saat ini bukan merayakan kelolosan ke Asia, melainkan memastikan transisi menuju kompetisi domestik berjalan baik.

Jadwal Persib juga membuat fokus tersebut menjadi penting. Setelah melawan PSM, Maung Bandung akan menghadapi Persija Jakarta pada 12 September sebelum bertandang ke Korea Selatan menghadapi FC Seoul pada 16 September.

Dengan rangkaian pertandingan tersebut, ketajaman lini depan akan menjadi salah satu aspek penting yang harus segera menemukan bentuk terbaiknya.

Peralta sudah memberikan jawaban pertama lewat gol penentu ke gawang Manila Digger.

Kini, laga melawan PSM menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan bahwa kontribusinya bukan hanya muncul ketika Persib membutuhkan penyelamat di menit-menit akhir.**