Persib Hadapi Manila Digger Tanpa Tiga Hal Penting, Ini Dampaknya!
- YouTube
VIVASoccer – Persib Bandung menghadapi situasi berbeda saat menjamu Manila Digger pada play-off AFC Champions League Two 2026/2027, Senin 31 Agustus 2026.
Maung Bandung tetap bermain di wilayah Bandung, tetapi tiga faktor membuat keuntungan sebagai tuan rumah tidak lagi sepenuhnya sama seperti pertandingan kandang biasanya.
GBLA Tak Bisa Digunakan
Persib sebelumnya direncanakan menjamu Manila Digger di Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA.
Namun, pertandingan akhirnya dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, karena kondisi rumput GBLA masih menjalani proses pemeliharaan dan pemulihan.
Keputusan tersebut membuat Persib kehilangan kesempatan memainkan laga penting Asia di stadion yang selama ini menjadi markas utama mereka.
Meski Si Jalak Harupat bukan tempat asing bagi Persib, perpindahan venue tetap mengubah konteks persiapan tim menjelang pertandingan satu leg yang menentukan nasib mereka di ACL Two.
Manajemen Persib menyatakan pemeliharaan GBLA dilakukan agar stadion berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi domestik dimulai.
Persib dijadwalkan memulai perjalanan Super League 2026/2027 dengan menghadapi PSM Makassar pada 6 September.
Keuntungan Kandang Berkurang Tanpa Bobotoh
Perubahan venue bukan satu-satunya persoalan. Persib juga dipastikan menjalani pertandingan menghadapi Manila Digger tanpa kehadiran penonton.
Laga tertutup itu merupakan konsekuensi sanksi disipliner AFC yang berkaitan dengan insiden pertandingan Persib melawan Ratchaburi pada ACL Two musim sebelumnya.
Artinya, Persib akan menghadapi pertandingan penentu tanpa atmosfer langsung dari Bobotoh di tribun.
Kondisi tersebut membuat status tuan rumah menjadi berbeda karena salah satu elemen penting dalam pertandingan kandang tidak bisa hadir.
Marc Klok juga mengakui situasi tersebut bukan hal yang ideal. Namun, gelandang Persib itu menegaskan tim harus menerima keputusan dan tetap fokus pada pertandingan.
Uilliam Barros Terancam Jadi Kehilangan Penting
Persib juga harus menghadapi persoalan di sektor depan karena Uilliam Barros dikabarkan harus menjalani sanksi AFC.
Penyerang asal Brasil itu mendapat kartu merah saat Persib menghadapi Ratchaburi pada leg kedua babak 16 besar ACL Two 2025/2026.
AFC mencatat Persib harus bermain dengan 10 pemain setelah Barros mendapat kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar mengenai sanksi lanjutan, Barros tidak dapat dimainkan saat menghadapi Manila Digger.
Jika Persib memastikan kelolosan, ketidakhadiran Barros juga dikabarkan masih dapat berlanjut pada pertandingan berikutnya di kompetisi Asia.
Absennya Barros akan menjadi perhatian karena ia pernah menjadi pembeda ketika Persib menghadapi Manila Digger pada musim sebelumnya.
Manila Digger Bukan Lawan Asing
Persib dan Manila Digger sebenarnya sudah memiliki sejarah pertemuan di kompetisi Asia.
Pada play-off ACL Two 2025/2026, Persib berhasil mengalahkan wakil Filipina tersebut dengan skor 2-1 dan melangkah ke fase berikutnya.
Kemenangan tersebut diraih Persib di GBLA. Situasi kali ini tentu berbeda karena pertandingan akan dimainkan di Si Jalak Harupat dan tanpa penonton.
Manila Digger pun datang dengan modal yang lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya.
Klub asal Filipina itu bahkan mampu mencapai semifinal AFC Challenge League 2025/2026 setelah sebelumnya menyingkirkan Dewa United di perempat final.
Duel Satu Laga Jadi Penentu
Pertandingan ini memiliki arti besar karena menjadi pintu menuju fase berikutnya ACL Two 2026/2027.
AFC telah menetapkan bahwa kompetisi ACL Two musim ini memasuki fase grup dengan 32 klub, yang akan memulai pertandingan pada 15 September 2026.
Dengan demikian, Persib tidak memiliki ruang besar untuk melakukan kesalahan dalam duel melawan Manila Digger.
Keuntungan bermain di wilayah sendiri tetap dimiliki Maung Bandung, tetapi perpindahan stadion dan laga tanpa penonton membuat situasinya jauh berbeda.
Persib kini dituntut membuktikan bahwa tiga perubahan tersebut tidak akan menghalangi ambisi mereka kembali melangkah jauh di kompetisi Asia.**