Sergio Castel Debut Pahit, Sistem Pressing Persib Bandung Dipertanyakan
- Persib.co.id
VIVASoccer - Persib Bandung menghadapi tekanan besar jelang leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) setelah kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama di Thailand.
Hasil tersebut memaksa tim asuhan Bojan Hodak mengejar defisit minimal empat gol saat tampil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2).
Kekalahan tersebut memunculkan evaluasi serius, terutama terkait efektivitas pressing tinggi yang belum konsisten sepanjang pertandingan.
Gol cepat yang diterima pada awal laga menunjukkan masalah koordinasi transisi dan organisasi lini tengah saat mencoba menekan sejak awal.
Evaluasi Pressing Tinggi dan Efektivitas Permainan
Pada leg pertama, Persib sebenarnya mampu menciptakan lebih banyak peluang dibanding lawan.
Statistik menunjukkan Maung Bandung mencatat 13 peluang, lebih banyak dari Ratchaburi yang hanya sembilan, dengan penguasaan bola relatif seimbang 53:47. Namun efektivitas menjadi pembeda utama.
Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan tinggi yang dilakukan belum diikuti akurasi umpan dan pengambilan keputusan di area krusial.
Sejumlah serangan gagal dikonversi akibat kesalahan penyelesaian akhir serta distribusi bola yang tidak presisi di fase build-up.
Pelatih Bojan Hodak sendiri mengakui timnya tampil buruk dan memulai pertandingan dengan lambat, situasi yang membuat struktur pressing tidak berjalan optimal.
Debut Pemain Baru dan Adaptasi Sistem
Striker anyar Sergio Castel menjalani debut yang sulit dalam laga tersebut. Ia mengakui tim tidak tampil sesuai performa terbaik, yang turut memperlihatkan bahwa adaptasi pemain baru terhadap sistem pressing dan sirkulasi bola masih membutuhkan waktu.
Ketidaksinkronan ini terlihat dalam fase transisi ofensif, di mana koordinasi antar lini belum stabil. Saat pressing gagal, ruang antarlini terbuka dan dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol tambahan.
Risiko Taktis Jelang Leg Kedua
Dengan tuntutan mengejar empat gol tanpa balas, Persib diprediksi tetap menggunakan pressing tinggi di kandang. Namun risiko kehilangan struktur pertahanan harus dihitung, terutama jika distribusi umpan lini tengah dan bek masih kurang akurat.
Evaluasi terbesar jelang leg kedua adalah meningkatkan kualitas progresi bola serta efektivitas serangan. Tanpa peningkatan akurasi operan di fase awal serangan, pressing tinggi berpotensi justru membuka ruang bagi serangan balik lawan.