Reaksi Bobotoh Pecah, Persib vs Ratchaburi Bentrok dengan Tarawih Perdana

Persib Bandung
Sumber :
  • Persib.co.id

VIVASoccer – Jadwal leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC memantik reaksi beragam dari Bobotoh.

img_title Reaksi Anthony Hudson Usai Thailand Gagal Juara ASEAN Cup 2026

Laga krusial yang digelar Rabu, 18 Februari 2026, pukul 19.15 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan shalat tarawih perdana Ramadan.

Benturan waktu tersebut langsung memicu diskusi hangat di media sosial. Bobotoh dibuat bimbang antara mendukung penuh Maung Bandung di laga hidup-mati, atau menunaikan ibadah tarawih yang sarat makna spiritual.

img_title Reaksi Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Media Sosial Riuh, Video Satir Viral

Kegalauan Bobotoh tergambar jelas di media sosial. Salah satu unggahan yang menyita perhatian datang dari akun Instagram @uberupdate, yang membagikan video satir tentang “taraweh kilat”.

img_title Reaksi Pelatih Bangladesh Usai Dibantai Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026

Dalam video tersebut, digambarkan suasana shalat tarawih yang dipercepat, seolah imam berpacu dengan waktu demi mengejar kick-off Persib kontra Ratchaburi. Unggahan itu pun viral dan mengundang ribuan komentar.

Canda, Sindiran, hingga Realita Bobotoh

Kolom komentar dipenuhi berbagai respons. Sebagian besar bernada humor, namun tetap menyiratkan dilema yang dirasakan Bobotoh.

“Solat mah no 2”, tulis seorang warganet.

Komentar lain menimpali, “aya bahan taraweh di GBLA ieu mah”.

Sementara itu, ada pula yang bersikap realistis. “Secepat apapun imamnya, babak 1 mah pasti tingaleun”.

Suara Penyeimbang: Ibadah Tetap Prioritas

Di sisi lain, muncul pula suara penyeimbang yang mengingatkan soal prioritas ibadah. “Kalau mau dapat pahala ya sholat. Kita belum tentu ketemu Ramadan tahun depan,” tulis seorang warganet, menegaskan bahwa pilihan ada di tangan masing-masing.

Pertandingan ini memang lebih dari sekadar 90 menit. Bagi Bobotoh, Persib vs Ratchaburi adalah ujian iman dan loyalitas di malam Ramadan—antara mengejar gol penebus atau menuntaskan ibadah, atau seperti komentar paling kompromistis: “Taraweh heula, lumayan aya sésa babak kadua.”