Denda AFC Menghantui Persib Usai Laga Internasional
VIVASoccer – Persib Bandung kembali menerima sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Klub berjuluk Maung Bandung itu dijatuhi denda sebesar USD 30.000 atau setara dengan ratusan juta rupiah.
Sanksi tersebut dijatuhkan buntut insiden yang terjadi pada pertandingan klub asal Indonesia, Persib melawan klub asal Thailand, Bangkok United FC di kompetisi Asia pada Desember lalu.
AFC menilai terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan saat laga berlangsung.
Salah satu pelanggaran utama adalah pembakaran flare oleh oknum suporter di dalam stadion. Tindakan tersebut dinilai melanggar regulasi keselamatan dan keamanan pertandingan yang telah ditetapkan AFC.
Selain itu, AFC juga menyoroti akses penonton yang terhambat di lorong stadion. Kondisi tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan penonton dan tidak sesuai dengan standar operasional pertandingan internasional.
Dalam laporan disiplin AFC, Persib dinyatakan bertanggung jawab atas pengelolaan keamanan stadion, termasuk pengawasan suporter dan kelancaran arus keluar-masuk penonton selama pertandingan.
Total denda sebesar USD 30.000 tersebut bersifat final dan wajib dibayarkan oleh Persib sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan AFC. Kegagalan memenuhi kewajiban tersebut dapat berujung pada sanksi tambahan.
Ini bukan kali pertama Persib mendapat hukuman dari AFC. Sebelumnya, klub asal Bandung itu juga pernah menerima sanksi serupa akibat pelanggaran disiplin dalam pertandingan level Asia.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya ketertiban suporter dalam laga internasional. Tindakan seperti flare, petasan, maupun pelanggaran keamanan lainnya dapat berdampak langsung pada klub.
Manajemen Persib diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pengamanan stadion maupun edukasi kepada suporter, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan sanksi ini, Persib kembali harus menanggung konsekuensi finansial akibat pelanggaran non-teknis. Ke depan, kedisiplinan di dalam dan sekitar stadion menjadi kunci agar klub dapat tampil di kompetisi Asia tanpa bayang-bayang hukuman.**