Persib Bandung Terjepit ACL Two dan Super League, Bojan Angkat Suara!

Bojan Hodak
Sumber :
  • Persib Official

VIVASoccer – Persib Bandung kembali berada dalam pusaran polemik jadwal Super League 2025/2026. Setelah AFC resmi merilis jadwal babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two).

img_title Hajar Melbourne Victory, Persib Kokoh di Puncak Klasemen Grup E ACL 2

Maung Bandung dipastikan akan kembali mengajukan reschedule pertandingan liga karena padatnya agenda sepanjang Februari 2026.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka menyuarakan keberatannya. Ia menilai kepadatan jadwal berpotensi mengganggu performa Persib di level Asia, terlebih tim harus tampil di dua kompetisi krusial dalam waktu yang sangat berdekatan.

img_title Giovani Savarese Puji Kualitas Persib, Melbourne Victory Siap Tempur di Si Jalak Harupat

Persib Bandung

Photo :
  • pinterest

Bojan menegaskan bahwa dukungan dari PSSI dan I.League sebagai operator liga menjadi kunci. Tanpa penyesuaian jadwal, peluang Persib untuk tampil maksimal di ACL Two dinilai akan sangat berat.

img_title Julio Cesar Ungkap Tantangan Besar Persib Lawan Melbourne Victory

“Jika ingin wakil Indonesia melaju di kompetisi itu, mereka harus membantu kami,” tegas Bojan, dilansir dari laman tvOne.

Di babak 16 besar ACL Two, Persib akan menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC, dalam format kandang-tandang pada 11 dan 18 Februari 2026. Dua laga ini menjadi ujian penting bagi Persib untuk menjaga asa melangkah jauh di kompetisi Asia.

Masalahnya, di bulan yang sama Persib juga dijadwalkan menjalani empat pertandingan Super League. Secara beruntun, Maung Bandung harus menghadapi Malut United (6 Februari), Borneo FC Samarinda (16 Februari), Persita (22 Februari), dan Madura United (26 Februari 2026).

Bojan Hodak menyoroti satu persoalan utama: jarak perjalanan tandang yang ekstrem di kompetisi domestik. Menurutnya, kondisi ini sangat berbeda dengan yang dialami klub-klub Eropa, bahkan di level Liga Champions sekalipun.

“Asia itu sangat besar. Di sini setiap tim harus menempuh perjalanan berjam-jam. Di Eropa tidak seperti itu, kebanyakan hanya 1–2 jam,” ujar Bojan. Ia menilai faktor perjalanan menjadi beban fisik dan mental yang sering luput dari perhatian.

Bahkan, lanjut Bojan, banyak klub Eropa yang bisa berangkat bertanding di hari yang sama tanpa kelelahan berarti.

Dengan jadwal super padat dan perjalanan panjang, Persib kini menunggu keputusan penting dari PSSI dan operator ligamapakah perjuangan Maung Bandung di Asia akan benar-benar didukung, atau justru terhambat oleh kalender domestik.**