Apa Langkah Berani John Herdman yang Bikin Garuda Ditakuti?
VIVASoccer – Timnas Indonesia dinilai semakin berkembang di bawah kepemimpinan John Herdman menjelang Piala AFF 2026.
Keputusan berani sang pelatih dalam membangun skuad, memberi kesempatan kepada pemain baru, serta menerapkan persaingan terbuka disebut membuat kekuatan Garuda semakin sulit ditebak lawan.
Herdman tidak hanya mempertahankan pemain-pemain yang sudah menjadi tulang punggung tim nasional, tetapi juga memanggil banyak wajah baru selama pemusatan latihan.
Langkah tersebut dinilai menciptakan persaingan sehat sehingga setiap pemain harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
Pendekatan itu dianggap berbeda dibanding beberapa periode sebelumnya.
Tidak ada jaminan bagi pemain mana pun untuk langsung menjadi pilihan utama karena seluruh peserta pemusatan latihan dinilai berdasarkan performa selama latihan maupun pertandingan uji coba.
Persaingan Ketat Tingkatkan Kualitas Tim
Keputusan Herdman memanggil lebih banyak pemain membuat kualitas persaingan di dalam tim meningkat.
Setiap posisi memiliki beberapa kandidat sehingga pemain dituntut tampil konsisten apabila ingin masuk daftar akhir Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.
Selain itu, Herdman juga terus menanamkan filosofi permainan yang mengutamakan disiplin, intensitas tinggi, dan transisi cepat.
Program latihan yang dijalankan selama pemusatan latihan difokuskan untuk membangun kekompakan sekaligus meningkatkan kemampuan pemain dalam menjalankan strategi tersebut.
Sejumlah pengamat menilai pendekatan itu membuat Timnas Indonesia menjadi lebih berbahaya dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Garuda dinilai tidak lagi hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi mulai memperlihatkan permainan kolektif yang lebih terorganisir.
Garuda Siap Hadapi Tantangan Piala AFF 2026
Indonesia akan menghadapi persaingan ketat di fase grup Piala AFF 2026.
Karena itu, Herdman ingin memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik sebelum turnamen dimulai.
Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh sebelas pemain inti.
Kedalaman skuad menjadi faktor penting mengingat jadwal pertandingan yang padat menuntut rotasi pemain tanpa mengurangi kualitas permainan.
Keberanian memberikan kesempatan kepada pemain baru juga diharapkan mampu menciptakan regenerasi yang sehat di Timnas Indonesia.
Para pemain muda mendapat peluang menunjukkan kualitas, sementara pemain senior tetap dituntut mempertahankan performa agar tidak kehilangan tempat.