Bos Aprilia Massimo Rivola Bicara Blak-blakan soal Marco Bezzecchi

Marco Bezzecchi-Aprilia
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccer – Marco Bezzecchi memang lagi dalam performa terbaik sepanjang kariernya. Rider asal Rimini ini memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan koleksi tiga kemenangan di Grand Prix penuh — Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat — setelah sebelumnya sudah menutup musim 2025 dengan dua kemenangan beruntun. 

img_title Igor Tolic Tak Mau Persib Terlena, Melbourne Victory Punya Senjata Berbahaya

Lima kemenangan konsekutif di balapan penuh, sebuah rekor yang menyejajarkan namanya dengan legenda-legenda MotoGP. Tapi di balik dominasi itu, bos Aprilia, Massimo Rivola, punya catatan penting yang perlu jadi perhatian.

Usai gelaran United States Grand Prix di COTA, Rivola duduk bareng Sky Italia dan berbicara banyak soal performa pemimpin klasemen MotoGP 2026 tersebut. Pujian memang mengalir, tapi sang CEO tidak sungkan menyebut satu area yang dinilainya masih bisa ditingkatkan oleh rider Aprilia-nya itu.

img_title Igor Tolic Waspadai Melbourne Victory, Persib Hadapi Laga Paling Serius

Highlights:

  • 5 kemenangan beruntun di balapan penuh MotoGP (2 di akhir 2025, 3 di awal 2026)
  • Bezzecchi adalah pemimpin klasemen MotoGP 2026 dengan unggul 4 poin atas Jorge Martin
  • Rivola menyoroti manajemen race weekend sebagai area yang masih perlu diperbaiki
  • Bezzecchi tercatat paling sering jatuh di antara semua rider — 6 crash dalam 3 seri awal
  • 2 dari 3 sprint race gagal diselesaikan akibat crash
  • Kontrak Bezzecchi bersama Aprilia sudah diperpanjang hingga akhir musim 2028
  • Aprilia belum akan menerapkan team order selama musim masih terlalu dini
img_title Adam Alis Jadi Pahlawan Persib di Pakansari, Siap Bikin Kejutan di Asia?

Puji Dulu, Tapi Tetap Ada Yang Kurang

Rivola mengakui bahwa rider berusia 27 tahun ini adalah pembalap dengan kepekaan luar biasa terhadap motor. Menurutnya, kemampuan untuk memahami dan mengomunikasikan feeling dari balapan adalah bakat langka yang tidak semua pembalap punya. 

Ia menggambarkan bahwa sejak bergabung di Noale jelang musim 2025, ada proses saling belajar yang berjalan sangat baik antara tim dan sang rider.

"Marco adalah pembalap yang sensitif dan punya pemahaman yang baik soal motor," ujar Rivola. "Kami sudah membimbingnya untuk terus berkembang, dan ia tahu persis cara menyampaikan apa yang ia rasakan."

Namun ketika ditanya soal aspek mana yang masih perlu diasah, Rivola langsung menunjuk satu hal: manajemen race weekend.

PR Besar: Sabtu yang Belum Konsisten

Manajemen race weekend MotoGP memang bukan soal kecepatan semata. Ini mencakup bagaimana seorang rider mengelola energi, mengambil keputusan di sesi krusial, dan menghindari kesalahan yang tidak perlu — terutama di sprint race yang hanya berlangsung sebentar tapi bobotnya besar.

Halaman Selanjutnya
img_title