Gejala Mirip Tapi Berbahaya! Begini Cara Bedakan Demam Biasa dan DBD!
VIVASoccer – Musim hujan yang mulai memasuki wilayah Indonesia pada November 2025 sesuai prediksi BMKG membuat masyarakat perlu mewaspadai dua penyakit yang sering muncul, yaitu demam biasa dan demam berdarah dengue (DBD).
Kedua kondisi ini umum dialami anak-anak hingga orang dewasa, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Saat Anda atau keluarga mengalami panas badan, langkah awal yang penting adalah mengukur suhu tubuh. Cara ini membantu mengetahui kondisi kesehatan sebelum gejala berkembang lebih jauh.
Ilustrasi Demam
- -
Lantas, apa perbedaan demam biasa dan DBD? Menurut penjelasan Kemenkes dan berbagai sumber kesehatan, demam biasa umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri ringan. Ciri-cirinya mudah dikenali, seperti:
Demam bertahap dan tidak terlalu tinggi (37,5–38,5°C), gejala flu seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan nafsu makan menurun ringan, badan terasa pegal, demam mudah turun setelah minum obat, tidak ada perdarahan atau ruam merah.
Sementara itu, demam berdarah dengue (DBD) harus lebih diwaspadai karena bisa mengancam nyawa. Penyakit ini disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes aegypti, yang banyak berkembang biak saat musim hujan.
Ciri khas DBD antara lain, demam tinggi mendadak, suhu tubuh bisa mencapai 39–40°C, demam sangat tinggi pada 1–3 hari awal, lalu bisa turun palsu pada hari ke-3 atau ke-4 (fase kritis), tidak disertai gejala batuk atau pilek, sakit di belakang mata.
Muncul ruam atau bintik merah, pada kondisi darurat, gejala dapat berkembang menjadi, sakit kepala hebat, muntah berulang, mimisan, gusi berdarah, atau tinja berdarah, darah dalam muntahan, dehidrasi (urin sedikit).
Untuk anak-anak, tanda bahaya tambahan meliputi, selalu ingin berada di tempat sejuk, menggigil, rewel atau tidak mau makan dan minum.
Jika kondisi tidak membaik atau Anda ragu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat.**