Ciri Daging Sapi Segar yang Aman Dikonsumsi, Begini Cara Mengenalinya!
VIVASoccer – Permintaan daging segar di pasar tradisional maupun supermarket terus meningkat, terutama menjelang akhir pekan dan musim liburan.
Masyarakat berlomba membeli daging untuk kebutuhan rumah tangga hingga acara keluarga. Namun, masih banyak yang belum tahu bagaimana cara membedakan daging segar dan daging yang sudah tidak layak konsumsi.
Pedagang daging di berbagai pasar menuturkan bahwa ciri utama daging sapi segar adalah warnanya yang merah cerah dan tampak alami.
Ilustrasi Daging
- -
Teksturnya kenyal saat ditekan dan tidak mengeluarkan cairan berlebihan. Selain itu, aroma yang keluar dari daging segar biasanya lembut dan khas, bukan bau asam atau menyengat.
Sementara itu, daging yang sudah tidak segar umumnya memiliki warna kusam atau keabu-abuan. Teksturnya menjadi lembek, licin, bahkan berlendir.
Bau yang timbul juga tidak sedap dan cukup kuat, menandakan adanya proses pembusukan akibat bakteri. Masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli daging, terutama di tempat terbuka tanpa pendingin.
Daging yang terpapar panas terlalu lama dapat menurunkan kualitas protein dan mempercepat pertumbuhan mikroba berbahaya. Untuk menjaga kualitas daging setelah dibeli, masyarakat disarankan segera menyimpannya di dalam lemari pendingin atau freezer.
Suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran daging hingga beberapa hari ke depan. Selain itu, memilih daging dari sumber yang terpercaya juga menjadi kunci utama.
Konsumen bisa membeli daging di tempat yang memiliki sertifikasi kebersihan dan perizinan resmi dari dinas terkait. Hal ini membantu memastikan bahwa proses penyembelihan dan penyimpanan dilakukan sesuai standar kesehatan.
Beberapa ahli kuliner juga menekankan pentingnya memperhatikan warna lemak pada daging.
Lemak pada daging segar berwarna putih kekuningan dan padat, sementara daging yang sudah lama biasanya memiliki lemak berwarna kecokelatan dan mudah hancur saat dipegang.
Dengan mengenali ciri-ciri daging segar secara tepat, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih bahan pangan berkualitas.
Langkah sederhana ini tidak hanya menjaga cita rasa masakan, tetapi juga melindungi kesehatan keluarga dari risiko makanan yang terkontaminasi.**