Profil dan Perjalanan Karier Daniel Marthin, 'The Babies' yang Taklukkan Dunia Bulu Tangkis
- Berbagai Sumber
VIVASoccer – Prestasi bulu tangkis Indonesia kembali bersinar lewat pasangan ganda putra andalannya, Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando.
Dijuluki "The Babies" oleh para penggemar karena kekaguman mereka pada seniornya, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang dijuluki "The Daddies," duo muda ini telah membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk menorehkan prestasi gemilang.
Daniel Marthin, atlet kelahiran Jakarta, 31 Juli 2001, memulai perjalanannya di dunia bulu tangkis sejak usia 14 tahun dengan bergabung di PB Djarum pada 2015.
Awalnya, ia sempat bermain di kategori ganda campuran, namun kini fokus penuh pada ganda putra bersama Leo.
Keputusan ini terbukti tepat, sebab keduanya langsung menunjukkan dominasi sejak usia junior.
Prestasinya tak main-main. Daniel berhasil menjadi Juara Asia Junior 2019 dan Juara Dunia Junior 2019 di kategori ganda putra.
Ia juga turut andil membawa pulang Piala Suhandinata untuk tim nasional Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2019.
Berkat pencapaian ini, BWF bahkan memasukkan nama Daniel dan Leo dalam daftar empat nominasi Pemain Paling Menjanjikan Eddy Chong 2019, sebuah pengakuan atas bakat luar biasa mereka.
Di level senior, kiprah "The Babies" semakin cemerlang. Peringkat dunia mereka terus merangkak naik, hingga puncaknya berhasil menempati posisi ke-9 pada Juni 2023.
Kemenangan terbesar mereka datang di Indonesia Masters 2024, di mana pasangan ini berhasil merebut medali emas dan mengukuhkan diri sebagai juara bertahan.
Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando tidak hanya sekadar pasangan atlet, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang.
Perjalanan mereka dari PB Djarum hingga menjadi juara dunia dan menempati peringkat elit menunjukkan bahwa kerja keras, dedikasi, dan dukungan solid dari penggemar mampu mengantarkan mereka menjadi salah satu kekuatan baru di dunia bulu tangkis.
Ke depan, "The Babies" diharapkan terus memberikan kejutan manis dan membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.*