Google Indonesia Ramai Cari Marc Cucurella, Ada Apa Sebenarnya?
VIVASoccer – Nama bek Timnas Spanyol, Marc Cucurella, mendadak menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari pengguna Google di Indonesia pada Sabtu (18/7/2026).
Lonjakan pencarian itu terjadi hanya sehari sebelum partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, sekaligus dipicu oleh pernyataan mengejutkan Cucurella yang berencana pensiun dari tim nasional jika berhasil membawa negaranya menjadi juara dunia.
Data Google Trends menunjukkan pencarian "Cucurella" melesat hingga masuk jajaran topik terpopuler di Indonesia.
Fenomena tersebut cukup menarik karena pemain berusia 27 tahun itu bukan penyerang maupun pencetak gol terbanyak turnamen, melainkan seorang bek kiri yang justru mencuri perhatian lewat performa konsisten dan pernyataan kontroversialnya jelang laga final.
Pernyataan Pensiun Jadi Pemicu Utama
Perhatian publik meningkat setelah Movistar+, saluran televisi olahraga Spanyol, menayangkan cuplikan wawancara Marc Cucurella menjelang final Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara tersebut, pemain yang kini memperkuat Real Madrid itu mengaku siap mengakhiri karier internasionalnya apabila Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dan mengangkat trofi Piala Dunia.
"Jika saya memenangkan Piala Dunia, saya akan menghubungi Luis de la Fuente keesokan harinya untuk mengatakan bahwa saya pensiun dari tim nasional," ujar Cucurella kepada Movistar+, seperti dikutip GOAL.com
Alasan di balik keputusan itu pun cukup sederhana. Menurut Cucurella, setelah berhasil menjuarai Euro 2024 dan jika kemudian menjuarai Piala Dunia 2026, ia merasa sudah mencapai puncak prestasi bersama Timnas Spanyol sehingga tidak ada target yang lebih tinggi untuk dikejar.
Performa di Piala Dunia Ikut Mengangkat Popularitas
Lonjakan pencarian tidak hanya dipengaruhi oleh pernyataan pensiun. Sepanjang Piala Dunia 2026, Cucurella tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten di skuad La Furia Roja.
Ia menjadi pilihan utama pelatih Luis de la Fuente di sektor kiri pertahanan. Kontribusinya bukan hanya menjaga lini belakang tetap solid, tetapi juga membantu serangan melalui umpan-umpan dari sisi lapangan.
Sebelum final, Spanyol tampil impresif dengan enam kemenangan dari tujuh pertandingan, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan satu kali. Catatan tersebut menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terbaik sepanjang turnamen.