Piala Dunia 2026 Grup A Memanas! Son dan Schick Siap Bentrok
VIVASoccer - Pertandingan pembuka Grup A Piala Dunia 2026 antara South Korea national football team dan Czech Republic national football team diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik pada fase grup.
Sorotan utama tertuju kepada dua pemain yang sama-sama menjadi tumpuan negaranya, yakni Son Heung-min dan Patrik Schick.
Laga yang akan berlangsung di Guadalajara, Meksiko pada 12 Juni 2026 itu tidak hanya menjadi pembuka perjalanan kedua tim di Piala Dunia, tetapi juga berpotensi menentukan arah persaingan menuju babak 16 besar.
FIFA mencatat pertandingan tersebut sebagai salah satu duel penting Grup A yang juga dihuni Meksiko dan Afrika Selatan.
Korea Selatan dan Ceko Bertumpu Pemain Kunci
Bagi Korea Selatan, kehadiran Son Heung-min masih menjadi faktor pembeda terbesar. Kapten tim berjuluk Taegeuk Warriors itu kembali dipercaya memimpin skuad dalam Piala Dunia keempat sepanjang kariernya.
Pelatih Hong Myung-bo memasukkan Son bersama sederet pemain top Eropa seperti Kim Min-jae dari Bayern Munich dan Lee Kang-in dari Paris Saint-Germain.
Sementara itu, Ceko datang dengan kekuatan yang berpusat pada Patrik Schick. Striker Bayer Leverkusen tersebut masih menjadi mesin gol utama sekaligus pemain paling berbahaya di lini depan.
Olympics dan beIN Sports menyebut Schick sebagai ancaman terbesar lawan karena kemampuannya memaksimalkan peluang sekecil apa pun di area penalti.
Bagi pendukung Korea Selatan, Son Heung-min bukan sekadar kapten tim. Pemain berusia 33 tahun itu merupakan simbol generasi emas sepak bola Korea yang telah membawa negaranya tampil konsisten di level dunia selama lebih dari satu dekade.
Reuters melaporkan Son tetap optimistis menghadapi Piala Dunia 2026 meski tidak terlalu produktif bersama klubnya musim ini. Ia bahkan menyebut dirinya mungkin sedang "menyimpan gol untuk Piala Dunia". Pernyataan tersebut langsung memicu antusiasme publik Korea Selatan menjelang laga melawan Ceko.
Di sisi lain, pendukung Ceko menaruh harapan besar kepada Schick yang memiliki catatan 25 gol dari 52 pertandingan internasional. Rekor tersebut menjadikannya salah satu striker paling efisien yang dimiliki Eropa Tengah saat ini.