KORMI Kota Bandung Siap Gaspol Hadapi Tuan Rumah Formasprov 2026!

Muskotlub KORMI Kota Bandung
Sumber :
  • Istimewa

VIVASport - Topan Adriansyah Putra resmi ditetapkan sebagai Ketua Komite Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung masa bakti 2026–2030. 

img_title Madura United Jaga Rekor Kandang, Persib Jadi Ujian Berat

Penetapan ini dihasilkan melalui Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang dilangsungkan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Muskotlub KORMI Kota Bandung berjalan dengan mekanisme musyawarah mufakat setelah forum membuka ruang pencalonan secara terbuka bagi seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga). 

img_title Fabio Calonego Kirim Sinyal Kebangkitan Persija Jelang Duel Kontra Arema FC

Tahapan penjaringan bakal calon dimulai sejak 23 September 2026 dan diverifikasi oleh Steering Committee serta Organizing Committee (SC-OC).

Berdasarkan hasil verifikasi, berikut adalah rincian pendaftaran bakal calon ketua:

img_title Taisei Marukawa Incar Poin Penuh Demi Geser Persija di Puncak Klasemen
  1. 23 September 2026: Andri Rusmana (dukungan 5 Inorga)
  2. 23 September 2026: Topan Ardiansyah Putra (dukungan 35 Inorga)
  3. 24 September 2026: Prof. Mustika Fitri/diusulkan (dukungan 3 Inorga)
  4. 28 September 2026: Akhmad Gartila (dukungan 4 Inorga)

Dalam proses sidang pleno, tiga bakal calon menyatakan mengundurkan diri. Prof. Mustika Fitri mengajukan pengunduran diri secara tertulis pada 30 September 2026. 

Langkah tersebut disusul oleh Akhmad Gartila secara tertulis serta Andri Rusmana secara lisan melalui pesan WhatsApp kepada tim SC-OC.

Dengan mundurnya tiga bakal calon lain, forum menetapkan Topan Ardiansyah Putra sebagai calon tunggal dan sah menjabat sebagai Ketua KORMI Kota Bandung terpilih.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KORMI Kota Bandung, Prof. Mustika Fitri, menyampaikan restu dan dukungannya terhadap kepemimpinan baru yang lahir melalui mekanisme organisasi yang terbuka. 

Guru Besar FPOK UPI yang akrab disapa Prof. Ibo ini menegaskan pentingnya mengambil pelajaran dari dinamika internal yang terjadi sebelumnya.

“Kita harus belajar dari yang sudah-sudah. Jangan sampai organisasi ini kembali goyah karena persoalan yang sama,” ujar Prof. Mustika Fitri.

Ia juga menekankan agar energi organisasi tidak terbuang untuk hal-hal yang tidak produktif dan meminta kepengurusan baru segera fokus bekerja.

“Energi organisasi jangan habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Sudah cukup. Sekarang saatnya kerja,” tegasnya.

Terkait penyusunan struktur pengurus, Prof. Ibo menitipkan pesan khusus kepada tim formatur agar menghindari struktur yang terlalu besar dan tidak efektif.

“Pengurus jangan gemuk. Tim yang mau kerja saja, pilih dari setiap Inorga yang di lapangan aktif. Kayaknya tidak semua ketua bisa kerja,” kata Prof. Ibo.

Halaman Selanjutnya
img_title