Herdman Blak-blakan, Ini yang Harus Diubah Timnas Indonesia
- YouTube
VIVASoccer – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap masalah yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah terbesar skuad Garuda.
Herdman menilai persoalan Indonesia bukan hanya mengenai keberadaan striker murni atau pemain dengan karakter nomor sembilan.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, Timnas Indonesia justru membutuhkan perubahan mentalitas agar seluruh pemain memiliki keberanian untuk mencetak gol.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari upaya Herdman membangun identitas permainan baru untuk skuad Garuda.
Herdman Soroti Mentalitas Mencetak Gol
Herdman melihat Indonesia selama ini terlalu sering membicarakan kebutuhan terhadap penyerang tengah ketika mengalami kesulitan mencetak gol.
Padahal, menurutnya, tanggung jawab mencetak gol seharusnya tidak hanya dibebankan kepada pemain yang berada di posisi striker.
Setiap pemain harus memiliki pola pikir bahwa mereka mampu memberikan ancaman dan mencetak gol ketika mendapatkan kesempatan.
Herdman ingin pemain dari berbagai posisi lebih berani masuk ke area berbahaya milik lawan.
Bek sayap, gelandang tengah, hingga pemain bertahan juga diharapkan dapat mengambil peran ketika situasi pertandingan memungkinkan.
Menurut Herdman, semakin banyak pemain yang berada di kotak penalti lawan, semakin besar pula peluang Indonesia menciptakan kesempatan mencetak gol.
Perubahan mentalitas tersebut juga berkaitan dengan cara pemain membaca momentum saat melakukan serangan.
Herdman ingin para pemain tidak hanya menunggu kesempatan datang, tetapi aktif menciptakan situasi yang dapat menghasilkan peluang.
Timnas Indonesia Diminta Lebih Agresif
Selain persoalan mentalitas mencetak gol, Herdman juga menilai permainan Timnas Indonesia sebelumnya terlalu pasif.
Skuad Garuda dianggap terlalu sering mengandalkan pola bertahan kemudian melakukan transisi cepat ketika berhasil merebut bola.
Herdman ingin pola tersebut berkembang menjadi permainan yang lebih agresif dengan melibatkan lebih banyak pemain dalam membangun serangan.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga meminta pemain memiliki keberanian untuk menambah jumlah pemain ketika berada di area pertahanan lawan.
Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak terlalu bergantung kepada satu pemain untuk menjadi sumber gol.
Striker tetap memiliki peran penting, tetapi kontribusi dari pemain lain juga dibutuhkan agar serangan Garuda lebih sulit dibaca lawan.