Kapten Iran Meledak Usai Ditahan Mesir, Singgung Ada Sabotase di Piala Dunia 2026
- TvOneNews
VIVASoccer – Timnas Iran meluapkan kekecewaan mendalam usai laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026 kontra Mesir berakhir imbang 1-1 di Seattle Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (27/6/2026) WIB.
Hasil tersebut membuat peluang Team Melli untuk melaju ke babak 32 besar kini bergantung pada klasemen peringkat ketiga terbaik.
Kapten Iran, Mehdi Taremi, bahkan melontarkan pernyataan keras dengan mengisyaratkan adanya perlakuan yang tidak berpihak kepada timnya sepanjang turnamen. Ia mengaku merasa ada pihak yang lebih menginginkan Iran gagal melangkah lebih jauh.
Kekecewaan Iran kian memuncak setelah mereka hampir memastikan kemenangan di laga tersebut.
Pada masa injury time babak kedua, Shoja Khalilzadeh sempat mencetak gol yang membuat publik Iran bersorak. Namun, gol itu dianulir wasit setelah pengecekan VAR karena dinilai berada dalam posisi offside.
Andai gol tersebut disahkan, Iran dipastikan melaju langsung ke fase gugur. Sebaliknya, hasil imbang membuat nasib mereka kembali harus ditentukan oleh hasil pertandingan dari grup lain.
Situasi ini terasa semakin menyakitkan mengingat Iran belum pernah sekalipun lolos dari fase grup sejak debut mereka di Piala Dunia 1978, serta partisipasi di 1998, 2006, 2014, 2018, hingga 2022.
Usai laga, Taremi memang tidak secara langsung menuduh adanya konspirasi terkait keputusan VAR tersebut. Namun ia menilai berbagai hambatan yang dialami Iran sejak awal turnamen mencerminkan kondisi yang tidak adil.
Menurutnya, perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga di luar pertandingan. Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran disebut turut berdampak pada perjalanan tim.
Sejumlah anggota delegasi Iran bahkan dilaporkan mengalami penolakan visa, yang memaksa tim memindahkan pusat latihan ke Tijuana, Meksiko. Kondisi tersebut kembali memicu kritik dari sang kapten.
"Kami selalu mengeluhkan hal-hal ini sejak awal; ini adalah Piala Dunia yang kacau. Sebuah bencana," ujar striker Olympiacos tersebut yang dikutip Daily Mail.
"Sebagai pemain profesional dalam kompetisi profesional, hal ini tidaklah benar, tidak adil. Jika menurut FIFA ini adil, ya baguslah bagi mereka. Tapi kenyataannya tidak adil. Siapa yang mau membantu kami? Tidak ada yang membantu, tidak ada sama sekali," lanjutnya.