Dokumen Palsu dan Persetujuan Misterius? RCI Ditugaskan Usut
VIVASoccer – Anggota Dewan Rakyat, Hassan Karim, mendesak pemerintah segera membentuk Royal Commission of Inquiry (RCI) untuk menyelidiki skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain terkait Football Association of Malaysia (FAM).
Dilansir dari New Straits Times (26/11/2025) menurutnya, RCI menjadi langkah tepat untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengungkap fakta dan memperbaiki kelemahan sistem.
Raymon Ram, Presiden Transparency International Malaysia, menambahkan RCI memiliki wewenang penuh untuk menyelidiki kasus ini.
Termasuk kemungkinan pemalsuan dokumen, persetujuan yang tidak semestinya, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat terkait.
"TI-M secara konsisten menekankan bahwa tidak ada posisi atau kedekatan dengan kekuasaan yang boleh menempatkan siapa pun di luar pengawasan, dan akuntabilitas harus diupayakan di mana pun bukti mengarah." jelas Raymon.
"Membentuk RCI bukan hanya tentang menyelidiki tujuh pemain atau peran FAM, tetapi tentang mengatasi kegagalan tata kelola yang lebih mendalam yang diwakili oleh insiden ini."
"Kami telah memperingatkan bahwa kegagalan naturalisasi FAM bukanlah kesalahan administratif yang terisolasi, melainkan kegagalan tata kelola dengan konsekuensi nasional dan internasional." tandasnya
"Hal ini mencerminkan kelemahan sistemik, pengambilan keputusan yang tidak transparan, pengawasan yang lemah, dan kesediaan beberapa pihak untuk melanggar aturan, yang semuanya mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga kita," ujar Raymon.
Penyidikan akan mencakup seluruh pihak, mulai dari pemain, agen, hingga pejabat FAM, Jabatan Pendaftaran Negara, dan Kementerian Dalam Negeri, untuk memastikan semua pelanggaran dapat dipertanggungjawabkan.**