Ujian yang Dihadapi Gianluigi Donnarumma di Man City
Erling Haaland, misalnya, dikabarkan menyukai unggahan media sosial yang menghubungkan sang kiper dengan The Citizens.
Namun, persaingan di bawah mistar tetap terbuka. James Trafford, kiper muda lulusan akademi City, sempat dipercaya menjadi starter di tiga laga awal Liga Inggris musim ini.
Meski sempat melakukan blunder saat kalah dari Tottenham, banyak pihak masih menilai Trafford punya potensi besar.
Perbandingan dengan Ederson pun tak bisa dihindarkan.
“Ederson unik, kemampuannya memainkan bola seperti gelandang membuatnya spesial. Sulit mencari pengganti yang serupa,” kata McInerney.
Karena itu, Guardiola diyakini akan lebih menekankan kekuatan Donnarumma sebagai shot-stopper ketimbang memaksanya meniru gaya distribusi bola Ederson.
Kehadirannya di lini belakang juga dinilai memberi rasa aman tambahan bagi bek-bek baru City seperti Rayan Ait-Nouri dan Abdukodir Khusanov.
Kini, yang jadi pertanyaan adalah apakah Donnarumma langsung debut di Liga Inggris pasca jeda internasional, atau Guardiola tetap memberi kesempatan bagi Trafford.
Jika diturunkan, laga panas kontra Manchester United pada 14 September bisa jadi ujian perdana yang langsung menguji mental dan kualitasnya.
Apapun skenarionya, Guardiola melihat Donnarumma sebagai investasi jangka panjang.
“Donnarumma terlalu berbakat untuk gagal. Cepat atau lambat, dia akan menjadi aset besar untuk City,” tutup McInerney.
Dengan segala pro dan kontra, satu hal pasti: Manchester City kini memiliki kiper berkelas dunia dengan pengalaman dan mental juara.
Apakah Donnarumma bisa segera menjawab keraguan, hanya waktu yang akan membuktikannya.