Masa Depan MU Aman, Datangkan Kiper Berusia 22 Tahun
VIVASoccer – Manchester United resmi mengumumkan perekrutan kiper Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp dengan biaya sekitar 18,2 juta poundsterling plus add-on.
Kiper berusia 22 tahun itu menegaskan keyakinannya bisa memberi kontribusi besar untuk The Red Devils.
Sebelum memilih Lammens, manajemen MU sempat mempertimbangkan nama kiper Aston Villa, Emiliano Martinez.
Namun setelah melalui diskusi panjang, Lammens dinilai sebagai pilihan paling tepat untuk memperkuat sektor penjaga gawang di era baru United.
Dalam pernyataan resminya usai menandatangani kontrak, Lammens mengaku tak sabar memulai petualangan baru di Old Trafford.
"Anda bisa merasakan atmosfer positif yang sedang dibangun di sini, dan saya tahu bahwa saya bisa memberikan dampak nyata bagi klub pada tahun-tahun mendatang," kata Lammens seperti dikutip dari Sky Sports.
"Saya tidak sabar untuk mengenal rekan-rekan setim dan mulai bekerja bersama Ruben Amorim serta staf pelatih. Ini adalah tempat yang sempurna untuk terus berkembang dan meraih tujuan karier saya," lanjutnya.
MU Percaya dengan Potensi Besar Lammens
Direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, menyambut kedatangan Lammens dengan penuh optimisme.
"Senne adalah penjaga gawang muda dengan potensi luar biasa. Kami senang ia memilih bergabung dengan MU, meskipun banyak klub lain juga memperlihatkan ketertarikan besar terhadapnya," ujar Wilcox.
Transfer ini menjadikan Lammens sebagai rekrutan kelima MU di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim musim panas ini, setelah kedatangan Benjamin Sesko, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Diego Leon.
Total belanja The Red Devils kini menembus sekitar 232 juta poundsterling.
Lammens sendiri sebelumnya didatangkan Royal Antwerp dari Club Brugge dua tahun lalu.
Penjualannya ke MU kali ini memberikan hampir 100 persen keuntungan bagi klub Belgia tersebut.
Musim lalu, ia tampil dalam 30 laga liga domestik dan mencatatkan 7 clean sheet.
Statistik Mentereng Jadi Alasan MU Tertarik
Kiprah Lammens di Belgian Pro League musim lalu cukup mengesankan.
Ia mencatat jumlah penyelamatan terbanyak di antara semua kiper di 10 liga top Eropa dan memiliki salah satu rasio pencegahan gol tertinggi di benua biru.