Kalah dari Grimsby, Ruben Amorim Akui Timnya Tersesat
VIVASoccer – Manchester United mengalami salah satu hasil terburuk dalam sejarah klub setelah tersingkir dari Carabao Cup usai kalah adu penalti melawan tim League Two, Grimsby Town.
Kekalahan memalukan ini menjadi pukulan telak bagi pasukan Ruben Amorim, yang tampak tak memiliki arah permainan sejak awal laga.
Tersungkur di Hadapan Tim Kasta Keempat
United langsung tertinggal 0-2 hanya dalam 30 menit pertama. Bahkan, mereka beruntung tidak kebobolan tiga gol setelah Grimsby sempat mendapat peluang emas di babak kedua.
Meski Bryan Mbeumo dan Harry Maguire mampu menyamakan kedudukan lewat gol telat, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama panjang terjadi setelah Matheus Cunha gagal menuntaskan penalti penentuan. Adu tos-tosan kemudian berlanjut hingga skor 12-11, sebelum Mbeumo kembali gagal karena tendangannya membentur mistar gawang.
Amorim: Tim Benar-Benar Kehilangan Arah
Selepas laga, Amorim tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia mengakui timnya bermain sangat buruk sejak menit pertama.
“Saya pikir ini sudah batasnya. Saya rasa sesuatu harus berubah. Untuk saat ini, kami perlu fokus ke laga akhir pekan, baru kemudian memikirkan banyak hal,” ujar Amorim.
“Menurut saya malam ini tim terbaiklah yang menang, satu-satunya tim yang benar-benar bermain di lapangan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, “Cara kami memulai pertandingan tanpa intensitas membuat kami benar-benar tersesat. Tim berbicara dengan sangat jelas lewat performa hari ini.”
Musim Buruk yang Berlanjut
Manchester United, yang musim lalu finis di peringkat ke-15 terburuk sejak degradasi 1974 kini kembali terpuruk di awal musim baru.
Dengan tersingkirnya mereka dari Carabao Cup, salah satu dari dua peluang realistis untuk meraih trofi musim ini kini lenyap.
Amorim sebenarnya melakukan delapan perubahan dari laga imbang melawan Fulham, namun tim yang diturunkannya tetap berisi pemain-pemain kelas dunia dengan nilai ratusan juta poundsterling.
Debut Benjamin Sesko usai transfer senilai £74 juta dari RB Leipzig gagal berjalan mulus, sementara kiper Andre Onana kembali menjadi sorotan dengan performa mengecewakan di bawah mistar.
Kini, tekanan semakin besar pada Amorim untuk segera menemukan solusi sebelum situasi Manchester United kian memburuk