Kabar Buruk Timnas Indonesia! Mauro Zijlstra Dipastikan Absen di Piala Asia U-23
- id.pinterest.com
VIVASoccer – Dunia sepak bola Indonesia kembali dihebohkan oleh kabar yang mengecewakan para penggemar Garuda Muda. Timnas Indonesia harus menelan kekecewaan besar menjelang turnamen penting.
Bagaimana nasib skuad muda Indonesia tanpa sosok striker berbakat yang sudah dinanti-nanti?
Timnas Indonesia U-23 dipastikan kehilangan bomber FC Volendam Mauro Zijlstra. Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga mengkonfirmasi kabar buruk ini pada 24 Agustus 2025. Proses naturalisasi pemain berusia 20 tahun itu belum rampung hingga batas waktu pendaftaran ditutup.
Mauro Zijlstra awalnya diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyatakan Zijlstra akan menjadi pemain naturalisasi baru. Sayangnya, rencana ini kandas karena masalah administratif.
Mauro Zijlstra
- id.pinterest.com
Timnas Indonesia U-23 kini harus menghadapi tantangan berat tanpa Zijlstra di grup J. Garuda Muda akan berhadapan dengan Laos, Macau, dan Korea Selatan. Ketiga pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 6 dan 9 September.
Kehilangan Zijlstra merupakan pukulan telak bagi Timnas Indonesia yang sedang membangun skuad muda. Pemain keturunan Indonesia ini memiliki catatan impresif dengan 45 gol dan 16 assist dalam 67 penampilan bersama Volendam U21. Produktivitasnya sangat dibutuhkan untuk kualifikasi Piala Asia U-23.
Target lolos ke Piala Asia U-23 2026 menjadi semakin sulit bagi Timnas Indonesia. Hanya 11 juara grup dan 4 runner up terbaik yang berhak melaju ke putaran final di Arab Saudi. Persaingan ketat menunggu tanpa kehadiran striker andalan.
Meski begitu, Zijlstra masih berpeluang membela Timnas Indonesia senior di FIFA Match Day. Jika proses naturalisasinya selesai, ia bisa debut melawan Lebanon pada 8 September di Stadion Gelora Bung Tomo. Keputusan final tetap berada di tangan pelatih Patrick Kluivert.
Timnas Indonesia perlu segera mencari solusi alternatif untuk mengatasi kehilangan Zijlstra. Pengambilan sumpah sebagai WNI diharapkan bisa dilaksanakan akhir pekan ini. Zijlstra memenuhi syarat naturalisasi karena memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya.
Timnas Indonesia U-23 kehilangan kesempatan didukung Mauro Zijlstra akibat gagalnya proses naturalisasi tepat waktu. Kegagalan ini menjadi pelajaran penting untuk manajemen yang lebih baik di masa depan, meski peluang bergabung dengan tim senior masih terbuka.****