Barros dan Klok Gagal Penalti, Bojan Hodak Bakal Ganti Eksekutor
- id.pinterest.com
VIVASoccer – Persib Bandung harus puas berbagi poin setelah dua penalti gagal berbuah gol saat menghadapi PSIM Yogyakarta di pekan ketiga BRI Super League 2025/26.
Pertandingan di Stadion Sultan Agung Bantul berakhir imbang 1-1.
PSIM lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Ze Valente sebelum Persib membuang dua peluang emas dari titik putih.
Dua Penalti Terbuang
Peluang pertama datang pada menit ke-70 setelah Reva Adi Utama dianggap melakukan handsball di dalam kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih usai meninjau VAR, tetapi tendangan Uilliam Barros justru melambung tinggi di atas mistar.
Kesempatan berikutnya hadir di menit 90+10 ketika Frans Putros dijatuhkan Reva di kotak terlarang.
Kali ini Marc Klok yang dipercaya sebagai algojo, namun sepakannya berhasil ditepis kiper PSIM Cahya Supriadi.
Faktor Mental dan Tekanan
Pelatih Persib Bojan Hodak menjelaskan kegagalan itu dipengaruhi oleh faktor mental dan situasi pertandingan.
"Semua pemain dilatih penalti, tetapi situasi pertandingan berbeda. Saat lelah, menit 90', dengan tekanan suporter, mental penendang bisa terganggu," kata Hodak.
Menurutnya, baik Barros maupun Klok sejatinya adalah eksekutor berpengalaman.
Barros bahkan sukses mencetak gol dari titik putih pada laga sebelumnya melawan Persijap Jepara.
Sementara Marc Klok dikenal sebagai kapten yang jarang gagal mengeksekusi penalti dalam dua musim terakhir.
"Barros tidak pernah gagal penalti dalam latihan dua bulan terakhir dan Marc musim lalu adalah algojo kami juga. Dalam dua tahun terakhir saya rasa dia juga tidak pernah gagal," ujar Hodak.
Evaluasi Tim
Melihat hasil imbang ini, Hodak menegaskan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Targetnya, Persib bisa bangkit saat menghadapi Borneo FC pada laga berikutnya.
"Kami akan perbaiki. Soal penendang penalti selanjutnya, kita lihat nanti," pungkasnya